Why do You Need a Financial Stylist ?

Profesi apaan lagi tuh financial stylist ???

Hahahha kan ada istilah fashion stylist, nah independent financial adviser itu melakukan hal yang sama seperti fashion stylist cuma bedanya kita di industri keuangan. Biasanya mas Aakar, business partner gue di Jouska, menggunakan istilah ini untuk menjelaskan kepada orang – orang yang masih ngga ngeh sama profesi kita *Sedih-aku-kakakkk*

Ketika kita datang ke seorang fashion stylist, maka biasanya kita meminta mereka untuk memilihkan outfit beserta aksesorisnya from head to toe yang cocok sama kita dan akan membuat kita terlihat cetar membahana . Malah in a greater extent, mereka juga membantu untuk menentukan make up dan hair do apa yang akan look good mengikuti outfit yang akan dikenakan.

In order to do that, fashion stylist ini haruslah yang memiliki pengalaman dan mempunyai segudang knowledge dan informasi dalam memilih fashion style yang cocok untuk para clientnya. Dari knowledge mengenai cutting yang sesuai dengan body type, brand – brand apa saja yang akan cocok dengan gaya dan personality masing – masing client, sampai koneksi yang luas dengan para profesi di industri fashion yang akan support untuk membuat si client “manglingin”, seperti make up artist, hair stylist, fashion designers, photographers perhaps, boutiques, etc dan ini semua akan disesuaikan dengan budgetnya kamu. At the end, You will find your own FASHION STATEMENT that suits you best.

Nah, Independent Financial Adviser atau IFA itu basically sama seperti fashion stylist kerjaannya. 

Seorang IFA harus mengerti benar kebutuhan si client seperti apa sebelum memberikan advice keuangan. Dimulai dari mengerti mengenai risk profile. Risk profile ini bukan hanya dari pengalaman client dalam hal berinvestasi tetapi lebih daripada itu. Risk profile melihat jenis pekerjaan, penghasilan, jumlah orang yang menggantungkan hidupnya sama si client, mindset client tentang uang, usia, dan lain sebagainya. Kemudian mereka akan melihat kondisi keuangan client saat ini untuk menentukan strategi keuangan apa yang terbaik untuk mereka. Strategi disini sama seperti yang dikerjakan si fashion stylist, si financial stylist wajib memiliki knowledge, informasi dan network yang luas dengan berbagai profesi dan perusahaan di industri keuangan. Sehingga at the end of the day, tujuan keuangan kamu akan tercapai yaitu to make your own FINANCIAL STATEMENT looks good in reality and suit you.

Kamu ngga mau kan dipaksa menggunakan baju yang ternyata “NGGA KAMU BANGET” . Yang ada malah kamu jadi ga percaya diri dan merasa ada yang salah. Awal – awal kamu mungkin nerima-nerima aja, tapi lama – lama gerah juga ngejalaninnya, mana bikin kamu ngga enjoy dan ngerasa ngga bikin perubahan apa-apa dalam hidup kamu. Udah bayar fashion stylist, at least image kamu jadi lebih bagus , dapat exposure dsb bukan malah keluar duit lebih banyak dan ujung-ujungnya ditertawakan.

Sama aja, di keuangan juga gitu. Kalau kamu dipaksa untuk membeli suatu produk atau dikasih strategi keuangan yang “NGGA KAMU BANGET” emang kamu enjoy ngejalaninnya? trus udah menggunakan so-called financial adviser tapi kalau ngga bisa bikin perubahan yang keliatan di hidup kamu dan malah bikin kamu keluar duit lebih banyak, ya males banget kan.

Your financial stylist will make sure strategi yang diberikan memang sesuai dengan kebutuhan client dan akan membantu mereka dalam memecahkan masalah serta mencapai impian – impian di masa depan. Tentu saja si financial stylist ini akan memberikan opsi dan juga suggestion prioritas apa yang harus kamu utamakan terlebih dahulu secara bertahap mengikuti kemampuan kamu.

Tertarik menggunakan jasa seorang financial stylist ?? cari yang independent ya sehingga mereka akan memberikan kamu pengetahuan juga mengenai WHOLE MARKET OF FINANCIAL INDUSTRY bukan setengah-setengah. Independent disini selain mereka tidak terafiliasi di satu institusi keuangan, mereka juga wajib mengerti financial industry as a whole, tidak hanya di satu bidang saja. (E.g. cuma mengerti perbankan tapi tidak mengerti pasar modal atau cuma mengerti asuransi tapi tidak paham dunia perbankan,etc) dan pastikan IFA nya kamu melakukan praktek handling clients. Lebih percaya mana fashion writer yang hanya mengerti teori fashion secara general only atau fashion stylist yang kerjaannya sehari hari memecahkan masalah outfit apa yang sesuai untuk orang – orang dengan tipe tertentu. (Memang tiap orang punya tipe body yang sama?)

Ga lucu kan kalau udah cantik – cantik ke kondangan, nyampe venuenya baju kamu malah robek karena salah ngukur.

Lots of Love,

Dini

Follow, Like and Share The Post

About Farah Dini

I'm a Co-Founder and Vice-CEO of JOUSKA, an Independent Financial Advisory Firm based in Jakarta. I'm also an author and a financial writer contributors at several media.

View all posts by Farah Dini →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *