Uang dan Rasa Bersalah Orang Tua

Adviser : Berapa pengeluaran setiap kali weekend?

Client : *menghela napas panjang*

Nahh itu yang banyaak sekali mbak, kita selalu bocornya ketika weekend karena selalu ke mall

Kami makan saja sudah berapa, belum lagi cost anak – anak main, nonton, ngemil dan parkirnya

Adviser : Ga bisa diusahakan dalam satu bulan, ada weekend yang dihabiskan di rumah saja sambil bermain dengan anak atau kegiatan seperti ke taman, bermain sepeda,membaca buku ?

Client : Sebenarnya kami sudah mempertimbangkannya juga, tetapi karena saya dan suami sama – sama bekerja, kami merasa bersalah banget karena waktu untuk mereka menjadi tidak banyak. Rasa bersalah kami ini lah yang akhirnya kami lampiaskan dengan memanjakan anak ketika weekend.

Sebenarnya sih kalau dipikir – pikir mbak, anak – anak kita kan masih kecil, mereka juga ngga ngerti – ngerti amat. Tapi ya itu, karena rasa bersalah tadi kita jadi jor – jor an ngeluarin apa aja yang mereka mau selama weekend.

Adviser : Saya melihat disini, pengeluaran untuk weekend bisa sampai 30 – 40 % dari penghasilan. Sedangkan untuk tabungan / investasi pendidikan anak sangat minim sekali.

Client : Sadar sih kita mbak. Tapi kita nggak tau harus bagaimana untuk melakukan pengurangan budget weekend, apapun yang kami rencanakan pada akhirnya dikalahkan oleh rasa bersalah kami.

Ngga sedikit pasangan yang gue temui mengalami masalah yang sama. Baik suami istri sama- sama bekerja, atau suami saja yang bekerja, pada akhirnya weekend digunakan sebagai ajang menebus rasa bersalah kepada waktu yang ngga bisa diberikan sepenuhnya untuk orang – orang yang dicintai.

Menghabiskan dana yang ngga sedikit ketika berakhir pekan dengan keluarga dapat mengakibatkan  alur kas menjadi gak seimbang. Pengeluaran konsumtif menjadi lebih besar daripada pengeluaran untuk masa depan (menabung/berinvestasi) . Nggak  juga yang berutang karena penghasilan tidak dapat menutupi pengeluaran demi pengeluaran.

Satu hal yang mungkin orang tua harus ingat adalah membahagiakan anak bukan berarti harus mengorbankan masa depan mereka untuk kesenangan sesaat di masa kini.Ya ngga salah juga sih kalau pengen manjain anak, tapi jangan juga melupakan kewajiban untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak agar dapat berdiri sendiri ketika sudah dewasa.

Tau sendiri kan biaya pendidikan sekarang ngga ada mureh-murehnya. Biaya playgroup dan TK aja sudah mahal bener.

Dengan inflasi pendidikan rata – rata di sekolah terbaik berkisar di 15% , kalau ngga mulai dari sekarang berinvestasi, bisa jadi kamu ngga bisa ngedaftarin anak kamu  ke sekolah impian atau jurusan yang diinginkan. 

Kalau kamu mau kasih waktu, ya kasih waktu. Masih banyak kok aktivitas yang bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar. Biaya weekend selama ini sebagian bisa digunakan untuk investasi pendidikan. Kali bisa kirim anak sampai ke luar negri kan. Amieeen!!!

Lots of Love,

Dini

Follow, Like and Share The Post

About Farah Dini

I'm a Co-Founder and Vice-CEO of JOUSKA, an Independent Financial Advisory Firm based in Jakarta. I'm also an author and a financial writer contributors at several media.

View all posts by Farah Dini →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *