Inkas
FinStyle
THR Perlu di Habiskan?

” Bagaimana cara mengelola THR yang bijak?”

Ini adalah pertanyaan yang setiap tahunnya pasti ditanyakan oleh teman – teman media.

THR seperti kepanjangannya yaitu Tunjangan Hari Raya, memang diberikan oleh pemberi kerja untuk para pegawainya sebagai dana tambahan untuk menutupi pengeluaran – pengeluaran selama lebaran.

Tetapi apakah itu artinya kita harus menghabiskan semua THR kita untuk keperluan lebaran aja?

Memang apa aja sih pengeluaran lebaran ?

  • Membayar zakat atau menambah sedekah.  Biasanya di bulan suci ini, orang akan berlomba – lomba untuk menambah amal dengan berbagi kepada orang yang membutuhkan. 
  • Bayar THR nya orang – orang yang bekerja untuk kita. 
  • Kebutuhan lebaran seperti makanan dan minuman selama hari raya. Angpao jika memang ada tradisi untuk memberikannya dengan budget yang sudah kita atur. Kalau kamu mudik dan ngga nyiapin dana transportasi jauh – jauh hari dan terpaksa menggunakan dana darurat, maka ada kewajiban  untuk mengganti dana darurat terpakai untuk pembelian tiket dengan THR ini. (Iya kalau kamu minjem dana darurat, harus dikembalikan)
  • Membeli baju baru . Kalau memang perlu beli, maka tentukan budgetnya. Banyak sekali opsi baju hari raya saat ini yang modis dengan harga terjangkau. Pintar – pintar aja dalam memilih.
  • Pengeluaran – pengeluaran lainnya yang disesuaikan dengan tradisi di keluarga kamu

Sebenarnya berapa pun THR yang dikasih ke kita, pasti akan habis begitu saja kalau ngga ada perencanaan. Mau itu Rp.5jt, Rp.10jt, Rp.20jt, dst. Kita memiliki tendency untuk langsung menghabiskan dana THR kita tidak hanya untuk yang kita butuhkan, tetapi juga keinginan-keinginan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif. Ya ngga salah juga sih, tapi dengan adanya “tambahan” penghasilan di luar monthly income ini, kita bisa menggunakannya untuk 4 hal di bawah ini loh :

  1. Melunasi Utang . Tentunya ketika jumlah utang yang mau kita lunasi masih wajar jumlahnya. Wajar disini maksudnya sesuai dengan budget THR kita. Contoh kalau kamu terima THR sebesar Rp.8.000.000,- dan ternyata masih punya utang kartu kredit sebesar Rp.3.000.000 dengan cicilan masih 12 bulan lagi, kamu bisa tuh lunasi utang tersebut. Dengan begitu, cicilan bulanan kamu berkurang, dan kamu bisa menabung setiap bulannya. Tentu saja manfaat lainnya adalah kamu ngga akan membayar bunga secara terus menerus.
  2. Membayar Pengeluaran Tahunan. THR dapat berfungsi sebagai tambahan tabungan untuk pengeluaran tahunan yang belum disiapkan. Contoh : STNK, PBB, Asuransi dan lain sebagainya.
  3. Menambah jumlah dana darurat. Kalau selama ini kamu  hanya dapat menyisihkan tidak terlalu banyak untuk memenuhi tabungan dana darurat, maka dengan adanya THR ini, at least dapat mempercepat agar jumlah DD ideal terpenuhi.
  4. Investasi .  Dengan adanya THR, kamu bisa loh nambah – nambah jumlah investasi agar tujuan kamu cepat tercapai.

Kalau kamu niat untuk memenuhi salah satu kebutuhan di atas terlebih dahulu, maka sisanya baru digunakan untuk kebutuhan lebaran. Percaya deh kamu bisa kok spending dengan berapapun dana yang ada. Malah dengan begitu kamu bisa berkreasi untuk meminimize pengeluaran atau malah mencari tambahan penghasilan selama bulan Ramadhan ini.

Perlu di note juga ya, penghasilan kamu di bulan Juni ini jangan dihabiskan untuk menambah kebutuhan lebaran. Ingat setelah lebaran usai, masih ada beberapa minggu lagi untuk gajian berikutnya. Be wise.

Kalau ada yang nanya “Jadi mbak sebenarnya berapa besar persentase yang harus kita sisihkan untuk nabung, biaya lebaran, dll?”

Nope, dont use percentage, use budgeting! Hayok di catat bener – bener pengeluaran lebarannya. Kalau THR kamu masih bisa disimpan sebagian dananya instead of dihabiskan begitu saja, kan lebih baik. Pinter – pinter ngelola THR nya.

Dan satu lagi jangan gengsi ! Kalau kamu satu keluarga terdiri dari banyak bersaudara, kalian kan bisa contribute uang masing – masing ketika balik kampung dan berlebaran di rumah orang tua. Ngga harus semua loh kamu yang nanggung. Trus kalau kamu memang mau kasih angpao ke ponakan – ponakan, sah sah aja tapi siapkan budgetnya, dan sesuaikan dengan kemampuan kamu. Jangan maksain ngasih angpao besar, cuma gara – gara pengen di anggap” the best aunty in the world” . Kalau besok – besok aunty nya ga punya duit, kan ga bisa kasih lagi juga.

Ini bukan ngajarin untuk pelit sama keluarga,but  we are learning to create good financial habit within our family.

Selamat menyiapkan dana lebaran 🙂

Farah Dini
An Independent financial advisor who loves to help other people in achieving their goals. In love with financial planning world and have a goal to share the beauty of investing money for the future.
posts 137
words/post 683
media 292
comments 209
visits 158785

Leave a Comment

Name*
Email*
Website