Inkas
FinView
Pentingnya Punya Cash!

Hi ladies,

Gue mau ngomongin satu topik yang di perencanaan keuangan, yang kesannya simple banget dan ga perlu banyak teori tapi ternyata sangat susah diimplementasikan ((ternyata)) .

Kenapa sih penting punya cash / uang yang likuid kaya di tabungan ?

Pertanyaan apaan tuh???? ga ada pertanyaan yang lebih sophisticated apa?

” ya jelas lah kita butuh cash, buat bayar – bayar keperluan ini itu”

“dengan cash, proses pembayaran bisa lebih cepat kalau ada emergency disituasi apapun”

“lebih mudah di ambil mbak, tinggal ke ATM aja”

Nah, tau kan penting banget. Tapi tau ngga, ternyata mayoritas orang – orang yang kantor gue ketemuin, jarang banget punya jumlah cash yang cukup aman.

Why???

Ada dua kemungkinan kenapa itu terjadi, pertama, mereka adalah  orang – orang yang memang memiliki gaya hidup konsumtif jadi susah kayanya punya aset, jika ada pun yang dimiliki adalah aset non-produktif ataupun warisan dari orang tua, dan kedua adalah orang – orang yang lebih memilih menempatkan dananya di produk pasar modal, properti, ataupun bisnis dan menganggap menabung di tabungan ataupun deposito tidak memberikan hasil apa – apa.

But why on earth menyimpan cash sangat ngga mudah dilakukan?

Kalau kamu termasuk golongan individu yang sangat konsumtif, mudah sekali tergoda untuk menggunakan cash yang ada di tabungan. Secara psikologi pun, ketika kamu mengetahui masih ada dana di tabungan, maka keputusan untuk membelanjakannya menjadi lebih mudah. “Ah ngga papa pakai sedikit, dana di tabungan masih banyak” “Ah ngga papa pakai dulu uangnya,nanti akan diganti lagi” .

Realitanya kalau kamu terus menggunakan dana di tabungan, jumlah uang yang kamu miliki akan terus berkurang dan jika kamu bilang, nanti akan diganti lagi, maka belum tentu juga kamu komit untuk menggantinya. Pasti ada aja alasannya, masih banyak pengeluaranlah, harus ini lah harus itu lah .

Solusi pertama adalah pemisahan rekening . Bedain antara rekening operasional dengan rekening khusus tabungan dana darurat.

Selanjutnya adalah kemampuan kamu mengendalikan diri untuk ngga menggunakan tabungan tersebut. Setiap orang memiliki caranya sendiri – sendiri yang sesuai dengan kenyamanannya. Ada yang memilih rekening bank yang ngga memiliki banyak ATM, ada yang memang sengaja ga memberikan ATM khusus rekening dana darurat, ada yang minta pasangannya yang lebih dapat mengendalikan keuangan untuk memegang ATM-nya, ada yang menempatkan dana daruratnya hanya 10-20% saja di tabungan dan sisanya di deposito atau logam mulia agar tidak mudah terakses cepat, dan cara lain  yang cuma kamu sendiri yang tau “jika gue menggunakan cara ini, maka gue bakalan ngga akan ngotak ngatik dana darurat gue”.

Gimana dengan orang – orang yang merasa sangat sayang jika cuma nempatin dananya di produk perbankan aja?

Yang harus dipahami adalah ketika keseluruhan aset kamu dalam bentuk aset properti, kalau kamu butuh dana cepat, kamu akan butuh waktu untuk ngejual aset tersebut dan bisa jadi kamu harus menjualnya di bawah harga pasar.

Jika keseluruhan aset kamu dalam bentuk produk pasar modal, jika terjadi penurunan pada modal kamu karena kondisi pasar yang lagi kurang baik, kalau lagi butuh, kamu harus nyairininnya di dalam kondisi merugi.

Jika aset kamu lebih banyak dalam bentuk bisnis, maka perlu diingat bisnis pun mengalami masa pasang surut dan ketika kamu ga punya dana darurat maka kamu harus menanggung pengeluaran pribadi dan juga dengan bisnis (perusahaannya juga ga punya dana darurat, ya udah kelar).

Peran cash sangat vital. Kamu ngga perlu ngalamin masalah dulu baru sadar pentingnya memiliki dana darurat. Siapkan segera mungkin jika kamu belum punya.

Tidak punya cash bisa menjadi  akar dari kamu berutang, kerugian finansial finansial lainnya dan belum lagi masalah psikologis yang bisa terjadi karena masalah dengan uang.

Coba sekarang cek rekening kamu, dan tanyakan kepada dirimu 

” Kalau besok gue ga ada kerjaan atau karena gue sakit gue ga bisa kerja dan dapetin income, uang cash gue mampu menanggung hidup gue berapa bulan sampe akhirnya gue dapat kerjaan lagi/sehat kembali?”

Lots of Love,

Dini

PS : This article was published with much better language at Women’s Obsession Magazine 😀

Farah Dini
An Independent financial advisor who loves to help other people in achieving their goals. In love with financial planning world and have a goal to share the beauty of investing money for the future.
posts 136
words/post 683
media 295
comments 209
visits 143057

Leave a Comment

Name*
Email*
Website