Inkas
FinStyle
Planning your Weekend !

Di hari minggu pagi yang cerah, beberapa anak anak Janus ujug ujug dateng ke apartemen gw (ntahlah mungkin gw ngangenin banget buat mereka).  Tanpa meminta persetujuan gw, mereka pun sudah bikin rundown acara sendiri mau ngapain aja di tempat gw.

“Jadi mbak Dini, kita bakalan masak – masak, berenang,ngegym dan bobo siang” *dipikir apartemen gw fasilitas komplek apa ya* -___- .

Tepat jam 9 pagi lebih dikit, dua makhluk bernama Marlina dan Amalia nongol di lobby bawah dengan muka nyengir – nyengir. Baru juga gw samperin, mereka ngajak gw ke pasar minggu untuk belanja bahan makanan. Akhirnya gw setuju untuk ikut mereka ke pasar tradisional dengan cuaca yang lagi super duper panas saat itu.

Gw sama Amal,the person in charge sama social medianya Janus, agreed untuk sekalian melakukan wawancara dan survey singkat ke pedagang – pedagang di pasar tersebut (tetep aja ya minggu – minggu kerja).

Karena mau buat sup ayam, jadi kita ke menuju ke penjual ayam negri. Si Ibu penjual bercerita kalau kenaikan ayam itu sudah berkali kali dalam setahun, harga ayam saat ini kisarannya 45rb s/d 50rb per ekor nya tergantung segede apa. Sedangkan di pertengahan 2016, harga ayam masih berada di kisaran 33rb – 37rb per ekor, kalau ayam kampung bisa jauh lebih mahal lagi.

Kemudian kita ke penjual cabe merah dan cabe rawit. Kata si ibu penjual, cabe merah belinya 50rb/kilo dan beliau jual 60rb/kilo sedangkan cabe rawit yang dulunya beli 85rb sekrang belinya 100rb, dan dijual menjadi 120rb/kilo. Tinggi juga ya kenaikannya . Menurut data, tahun 2016, si cabe merah menyumbang inflasi 0.35% loh. Waaaa mana kita orang indo, ga makan cabe kayanya ada yang kurang gitu ya..

Ini di pasar tradisional loh , gimana dengan kita-kita yang lebih senang berbelanja di supermarket terutama yang premium, harga bahan makanan akan jauh lebih mahal.

Kenaikan di harga bahan makanan sangat kerasa. Naiknya berkali kali lipat, apalagi di waktu – waktu tertentu dimana cuaca tidak mendukung, supply lebih sedikit daripada demand.

Kalau sudah paham bahwa inflasi itu pasti ada dan mempengaruhi pengeluaran kita setiap tahunnya, maka apa yang harus kita lakukan :

1.Beli bahan bahan makanan di pasar tradisional, selain lebih murah kamu sekalian mendukung pedagang kecil. Mungkin ada beberapa bahan yang kita beli di supermarket tetapi tidak harus semuanya kan? kalau ngga terbiasa ke pasar, tinggal suruh si mbak di rumah yang belanja. Kalau di pasar aja udah naik gila harganya, di supermarket bisa lebih tinggi lagi (kecuali ada promo ya, ada promo pun liat liat juga, si bahan makanannya udah mau expirednya kapan). Beda Rp.2000,- per item itu ngaruh banget loh kalau di totalin

Contoh yang buat gw kerasa banget adalah, ketika gw beli pepaya di pasar harga Rp.15rb sudah dapat pepaya yang gede banget, puas makannya sampe mules – mules. Sedangkan kalau beli yang sudah di potong – potong di supermarket, Rp.15rb cuma dapat satu kotak kecil aja, terkadang lebih mahal karena si pepaya ditempelin merk nama negara :p .

2.  Inflasi adalah musuh utama uang kita. Jadi supaya ga kalah sama inflasi, maka kita harus investasi. Yang namanya investasi, keuntungannya jelas harus melebihi kenaikan harga – harga tersebut. Jika uang kita hanya di taro di tabungan, jelas inflasi akan “makan” duit kita secara perlahan. Coba kenalan dulu dengan produk pasar modal di Indonesia seperti obligasi (ORI,SUKUK,SBR,Sukuk Tabungan) dan Saham. Di buku gw yang kedua, gw jelasin satu – satu untuk produk investasi tersebut *promodikit*

Nah lanjut cerita barusan.

Setelah selesai berbelanja dan interview pedagang untuk masuk insta story nya @janus.id, kita balik ke apartemen. Pas dihitung – hitung, total belanjaan kita tadi hanya Rp.130rb yang terdiri dari ayam gede satu ekor, dua ikan cue, kangkung, bahan bahan bikin sop, satu buah pepaya yang gede, bawang,cabe dan ntah apa lagi. Wuihh coba belanja di supermarket, udah habis berapa duit itu…

Kemudian, dua makhluk lain datang, Lizwan dan Dobleh. Siap untuk olahraga, kita turun ke bawah untuk ngegym dan lanjut berenang. Memang weekend itu ngga harus mahal, contohnya bocah bocah di kantor. Mereka mau renang dan ngegym tinggal ke apartemen teman yang punya fasilitas tersebut atau tinggal ikut CFD aja, mau makan sama temen – temen, ya udah belanja aja ke pasar rame-rame dan masak seru. Mau ke tempat wisata, juga banyak kok yang murah meriah dan ngga harus di mall melulu.

Kalau gw dan teman – teman di Janus lagi check up keuangan, selalu yang paling gede itu di pengeluaran weekend. Mostly pengeluaran weekend yang paling gede adalah di MAKANAN!

So,the point is, mumpung awal tahun, coba plan juga kegiatan – kegiatan seru apa yang bisa kamu lakukan dengan orang – orang tercinta tanpa mengeluarkan duit banyak di tahun 2017. Share yuk di comment bawah, save up per bulan 100-200rb, kemudian di taro di produk investasi, hasilnya bisa bikin kamu beli sesuatu yang lebih mahal atau malah liburan yang lebih wah loh beberapa tahun mendatang.

Be financially smart people !!

Lots of Love,

Dini

Farah Dini
An Independent financial advisor who loves to help other people in achieving their goals. In love with financial planning world and have a goal to share the beauty of investing money for the future.
posts 132
words/post 684
media 308
comments 208
visits 104603

Leave a Comment

Name*
Email*
Website