Inkas
FinView
Evaluasi Perubahan Finansial

Hi FinChick-ers,

Happy New Yeaaaar from me and my Janusian family *kiss kiss*

Wish you guys have a fabulous financial year ahead ihiiyy…

Mumpung awal tahun, gw pengen ngomongin tentang perubahan-perubahan finansial yang bisa terjadi ke beberapa orang di tahun sebelumnya, yang akan berdampak besar pada pengaturan keuangan di tahun yang baru.

Apa aja sih perubahan – perubahan yang ngefek banget di perencanaan keuangan kita :

1.Career

Perubahan yang terjadi di karir itu bisa banyak possibilities, seperti seorang karyawan yang memutuskan untuk jadi pebisnis atau freelancer, seorang wanita karir memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, atau sebaliknya ibu rumah tangga memutuskan kembali bekerja, mendapatkan promosi / naik pangkat, atau dipindahkan ke lokasi kerja yang baru, pindah perusahaan, ganti jenis pekerjaan, dan lain sebagainya.

Perubahan-perubahan ini bisa menyebabkan either kenaikan penghasilan atau malah pengurangan dari penghasilan sebelumnya.

Contoh; Ketika kamu yang tadinya seorang karyawan kemudian menjadi pebisnis atau pekerja lepas, maka bisa ada dua kemungkinan, ada kenaikan pada penghasilan melebihi sebelumnya atau malah sebaliknya karena masih dalam tahap membangun bisnis atau portfolio pekerjaan, penghasilan berkurang cukup signifikan untuk sementara waktu. Apabila penghasilan yang tadinya tetap, sekarang menjadi fluktuatif, maka akan ada perubahan di dalam jumlah dana cadangan yang harus dimiliki. Kamu harus ningkatin dana cadangan karena ada kemungkinan di waktu tertentu terjadi keterlambatan pada pembayaran dari client/customer. Perubahan lainnya adalah ketika kamu masih bekerja dengan orang lain, kamu mendapatkan fasilitas seperti asuransi kesehatan dan dana pensiun, kalo sudah kerja sendiri maka pastikan kamu sediain sendiri deh fasilitas-fasilitas itu.

Kalau ternyata perubahan di karir kamu membuat penghasilan naik drastis, maka sebaiknya peningkatan pada gaya hidup tidak berubah terlalu signifikan/over. Kunci pos tabungan/investasi kamu agar tidak terjerat godaan pengeluaran konsumtif.

2. Status

Perubahan status dari single ke menikah, atau dari menikah ke single parent, bakalan ngaruh banget ke keuangan. Dan itu bisa bikin shocked di awal.

Kalau baru nikah, maka akan banyak adjustment yang harus dilakukan. Yang biasanya gaji digunakan untuk diri sendiri, sekarang setelah berkeluarga bakalan ada  pembagian yang harus dibicarakan, terlebih ketika sudah merencanakan untuk segera punya anak. Diskusi deh tuh dengan pasangan mengenai kondisi keuangan masing – masing. Penghasilan dan pengeluaran dibicarakan, begitupun aset – aset yang dimiliki saat ini dan tentunya kalau punya utang, di kasih tau ya ke pasangan. Baru deh setelah itu diskusikan jika perlu  ngebuat joint account, rekening dana cadangan di tabungan yang mana ,hingga tujuan – tujuan keuangan yang ingin dicapai kedepannya.

Sebaliknya ketika yang tadinya menikah kemudian jadi single parent, perubahan yang akan kerasa jelas di cashflow. Double income menjadi single income. Atau yang tadinya istri tidak bekerja, sekarang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Uang tunjangan untuk anak harus dibicarakan jumlahnya. Pindah tempat tinggal setelah berpisah tentunya akan mengeluarkan cost tambahan dan masih banyak lagi. Make sure untuk soal uang ini dibicarakan secara clear. Ada perubahan juga di asuransi, Asuransi kesehatan yang tadinya pemegang polis nama pasangan dan anda sebagai tertanggung atau sebaliknya harus diubah, ahli waris yang ada di asuransi maupun di dokumen investasi pun pastinya akan diganti . Instead of nama pasangan, kamu bisa cantumkan nama anak.

3. Anak

Menjadi orang tua for the first time ataupun menambah anak lagi, ngaruhnya akan terasa banget di pengeluaran.

Yang baru pertama kali jadi ortu pasti seneng banget. Makanya ngga aneh, kalau kemudian pengeluaran tiba – tiba membengkak karena ingin membeli banyak perlengkapan anak. Hal ini perlu diwaspadai karena bisa membuat cashflow kamu jadi minus atau tabungan banyak tergerus. Make sure beli yang sesuai dengan kebutuhan si anak.

Dengan menjadi orang tua ataupun menambah anak,otomatis kamu memiliki tanggungan tambahan. Kamu harus beli asuransi jiwa untuk memproteksi diri  dan juga tambahan asuransi kesehatan untuk si anak. Siapkan dana pendidikan sedini mungkin dengan berinvestasi karena pendidikan merupakan pengeluaran yang cukup signifikan kedepannya untuk semua orang tua.

4. Pensiun

Kalau di tahun 2016, seseorang sudah memasuki masa pensiun,maka dana pensiun yang diterima harus dikelola dengan baik jadi kebutuhan hidup tetap terpenuhi hingga kedepannya. Hati – hati dengan penipuan investasi bodong yang sering menjadikan para pensiunan sebagai korban. Gunakan waktu kamu untuk benar – benar memahami dan belajar cara mengatur keuangan selama pensiun jika kamu selama ini belum terlalu melek soal keuangan. Belilah asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan karena biaya sakit itu bisa lebih mahal daripada biaya premi asuransi. Gunakanlah jasa perencana keuangan terpercaya jika dibutuhkan untuk memudahkan kamu menghitung kebutuhan selama pensiun dan bagaimana cara agar tercukupi.

Perubahan apapun yang terjadi selama satu tahun kebelakang, perlu di review dan dievaluasi ulang. Bagaimana pengaturan pengeluaran  selama ini ? sudah terpenuhi dana cadangannya? apakah asuransi yang dibeli sudah tepat? bagaimana performa investasi anda selama ini? apakah produk investasi yang di punya sudah tepat? hingga urusan pajak pun jangan dilupakan. Apakah sudah melaporkan harta – harta anda di SPT dengan benar? perlukan pembetulan SPT? dan seterusnya.

Selamat menuju kondisi finansial yang lebih sehaaat

Lots of Love,

Dini

PS : article ini dimuat di Kontan edisi Desember 2016.

Farah Dini
An Independent financial advisor who loves to help other people in achieving their goals. In love with financial planning world and have a goal to share the beauty of investing money for the future.
posts 133
words/post 685
media 313
comments 208
visits 120967

Leave a Comment

Name*
Email*
Website