End of Year Review

Hello ladies,

Its end of the year already

Its time to review  and evaluate everything we have done in 2015

Financially speaking, dari sekarang pastinya para pembaca setia finchickup sudah tau donk apa saja tahapan – tahapan financial planning yang harus diperhatikan. Kalau lupa atau belum tau,ubek ubek lagi deh tulisan tulisan sebelumnya.

Review tahunan sudah pernah tak tulis di tahun 2010 (lama yak) ini linknya Review Tahunan Yuk!

Basically dengan nge-review keuangan kita, kita bisa melihat seberapa besar kenaikan aset kita selama setahun ini. Ideally, jumlah aset harus bertambah donk. Semakin besar persentase kenaikannya semakin bagus.

ASSET

Lets talk about asset again.

Aset yang dimaksud disini bisa berupa :

1. Aset Lancar = Tabungan, Deposito, Logam Mulia, Mata uang asing dll

Aset – aset dengan tingkat likuiditas yang tinggi kita sebut dengan aset lancar.

2. Aset Guna = Properti yang ditinggali, kendaraan yang digunakan , dll

Aset – aset yang kita pakai sendiri

3. Aset Investasi = Obligasi, Reksadana, Saham, Properti yang disewakan, Kendaraan yang direntalkan,dll

Aset- aset yang dapat memberikan capital gain atau passive income

Dari list aset yang kita miliki tersebut, kita hitung deh tahun lalu jumlah aset kita berapa dan akhir tahun ini jumlah aset kita berapa.

Selain untuk melihat kenaikan jumlah aset, gunanya review tahunan adalah kita bisa mengevaluasi aset mana nih yang produktif dan aset mana yang tidak produktif dan harus diubah.

Contoh :

Kita punya apartemen, tapi sudah setahun ini tidak ada penyewanya. Kemudian karena satu dan lain hal, harga apartemennya stagnan atau malah mengalami penurunan. Setelah dihitung – hitung juga, kalaupun ada penyewa harga sewanya tidak bisa tinggi. Betenya lagi, harga sewa ga jauh beda sama bunga yang di dapat di deposito. Sudah rempong cari penyewa, tetep harus bayar maintenance, eh incomenya juga ga seberapa malah jatuhnya kita nombokin melulu.

Kalau sudah tau seperti ini, kita bisa consider menjualnya dengan harga yang paling tidak lebih tinggi daripada kita beli kemudian pindahkan ke aset yang lebih menghasilkan atau dapat mengejar return tinggi di masa yang akan datang dengan tingkat kerempongan minimum.

Ini contoh!!

Atau bisa juga setelah kita lihat total aset lancar kita, eh malah kebanyakan banget. Terlalu likuid jadi tidak optimal. Ini lah waktunya kita cari alternative juga bagaimana cara mengoptimalkan uang yang kita miliki. Instrumen investasi apa lagi yang harus kita pelajari.

Iya donk , finchickup readers harus selalu punya rasa ingin tau yang besar dan keep on upgrading knowledge on investment.

ASURANSI

Selain ngomongin aset, yang bisa kita review juga asuransi kita.

Dalam satu tahun itu bisa banyaaak lo perubahan yang terjadi pada kehidupan seseorang.

Untuk asuransi, perubahan yang bisa terjadi adalah :

1. Ada tambahan jumlah anggota keluarga atau jumlah tanggungan.

Artinya uang pertanggungan bisa bertambah . Either asuransinya dinaikin UP nya atau nambah beli asuransi yang baru.

2. Tiba – tiba kondisi keluarga berubah, istri kembali bekerja atau menjadi tulang punggung keluarga sementara karena suami sakit/suami di phk atau kondisi lainnya yang bisa saja terjadi tanpa direncanakan.

Istri yang tadinya tidak memiliki asuransi jiwa, sekarang harus membeli .

3. Mengubah/menambah ahli waris

Nah untuk ahli waris ini kan biasanya kalau ngga ke pasangan ke anak yang sudah cukup umur. Jadi kalau pasangannya berubah, nama ahli waris juga berubah wkkwkwkw…!

Tapi nih bisa aja ada kejadian dimana ada suami/istri ga mau pasangannya dijadikan ahli waris, pengennya anak. Tapi karena kebijakan perusahaan asuransi yang menyatakan anak usia tertentu baru bisa jadi ahli waris, maka harus ada walinya yang menerima dulu. Biasanya sih kalau ga mau ke pasangan, pengennya ke sodara. Ini harus ada surat wasiat atau semacamnya yang resmi dari notaris .

4. Jumlah kekayaan yang sudah besar dan jauh melebihi dari UP asuransi (SEMUA TERIAK AMIIIIIENNNN!!)

Ini khusus untuk orang – orang yang memang aset – asetnya banyak banget yang bisa diwariskan dan yang likuid juga lumayan banyak jadi merasa tidak perlu asuransi jiwa lagi.

Ingat yang diwariskan itu aset bukan utang :p

Dana Darurat 

Suami / Istri yang tadinya memiliki penghasilan tetap sekarang karena memutuskan untuk berwiraswasta sehingga penghasilan pun menjadi fluktuatif.

Dana darurat untuk para penghasilan fluktuatif relatif lebih besar daripada yang memiliki penghasilan tetap. Ini untuk mengantisipasi di bulan – bulan tertentu ada kemungkinan job sepi atau invoice belum cair – cair .

Bisa juga pengeluaran/penghasilan bertambah pada tahun ini, dana daruratnya otomatis juga akan mengalami perubahan.

Review itu terkadang menakutkan emang. Apalagi kalau kita ngebahas resolusi – resolusi awal tahun yang sudah direncanakan hahahah…tapi harus di bahas kalau ngga, gimana tau posisi kita sekarang dimana.

Kalau di Janus, akhir tahun kita pasti ada end of year review and plan untuk masing – masing individu di kantor dan itu semua di REKAM!! Deg – deg an ntar meeting harus mendengarkan lagi semua yang kita rencanakan tahun lalu apa yang kesampean apa yang belum ahhaha bukan cuma soal kerjaan loh, tapi personal goals juga, dari target berat badan,target duit, target ini itu hiiii seyeeumm..however WE HAVE TO FACE IT!

To make it more motivated and interesting, coba deh lakukan ini bareng teman – team terdekat atau family. Pasti seru dan asiknya lagi kedepannya bisa saling mengingatkan 🙂

Anyway, Happy new year beautiful ladies!!! Lets make 2016 our year to shine in everything we do :*

Lots of love,

Dini

PS : Gw akan nulis tentang utang di posting yang berbeda aja ya. Utang juga perlu di review tapi penjelasannya panjanggg!

Follow, Like and Share The Post

About Farah Dini

I'm a Co-Founder and Vice-CEO of JOUSKA, an Independent Financial Advisory Firm based in Jakarta. I'm also an author and a financial writer contributors at several media.

View all posts by Farah Dini →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *