Let’s Get Stockgasm!!!

Helloooo ladiessss….

:p :p :p Baru nyadar bulan ini belum nulis satu posting-an sama sekali. Untung ada beberapa readers yang bawel dan selalu setia mengingatkan hahaha…

Sampe ada yang ngomelin “Mbak Dini mentang – mentang mata pencahariannya bukan dari menulis, jadi nulisnya mood-moodan. Yang rajin donk mbak” *kemudianmerasabersalah* *akunyajangandimarahindonk*

In my defence, Gw lagi sibuk nulis buku kedua makanya ga sempat nulis blog #excuse (dilarang nanya bukunya sudah sampai bab berapa! :p)

Anyway, gw mau cerita dulu nih.

Dari tanggal 9 – 13 November kemarin, ada acara Investor Summit di Bursa Efek Indonesia. Acara apaan sih itu? basically ini ajang para investor atau calon investor untuk bertatap muka langsung dengan para direktur – direktur emiten (perusahaan tbk). Para emiten ini diberi waktu untuk menjelaskan kepada investor dan media mengenai company profile mereka, produk – produk mereka, laporan keuangan mereka hingga projek – projek mereka di masa yang akan datang. Tujuannya jelas agar investor tertarik untuk berinvestasi di perusahaan mereka.

Selama 5 hari, anak – anak Janus Financial bertengger dengan manisnya di BEI (Eneg – eneg deh tuh orang – orang Bursa ngeliat tampang2 unyu kita) . Ada 81 emiten selama total 5 hari tersebut .

Selama 5 hari tersebut, pengunjung yang datang lumayan banyak. Antusiasme pengunjung pun bisa terlihat dari banyaknya yang ngantri untuk masuk ruangan dengerin penjelasan masing – masing emiten. Gw dan temen – temen aja masih masuk waiting list. Untung masih kebagian tempat. However, compared to acara seperti Jakarta Fashion Week ataupun bazaar – bazaar yang sering diadakan di JKT, pengunjungnya tidak sebanyak itu, which is truly making us sad.

Kita pernah nih ikutan di acara expo keuangan gitu di JCC, terus dua hall di sebelah kita ada expo warehouse salah satu brand sport, dan expo travel. Tebak donkkk yang paling sepi expo nya yang mana???yang ga ada orang ngantri dari pagi kaya expo lainnya. Iya expo finance! sedihhh!

Something must be wrong! We gotta fixed this!

Gw beberapa kali ikut seminar finance, business, dll di luar. Antusiasmenya itu gila bangett! Bayangin donk orang rela ngantri pagi – pagi dan ketika pintu gerbang hall di buka, orang berlarian rebutan supaya bisa duduk paling depan! Termasuk gw dan partner gw, Mba Dwita waktu itu yang udah lari kaya kesetanan supaya bisa duduk di depan. Thirst of knowledge, thirst of information itu kerasa banget ketika masuk ruangan. We were so excited, disuruh dengerin seminar dari jam 8 sampai jam 10 malem pun sanggup!

It does make me wondering, why cant i have the same feeling ketika ikut seminar or talkshow di sini??atau gimana caranya bikin event seperti diluar yang orang-orangnya antusias untuk mendengarkan layaknya lagi ingin nonton konser artis idola.

Ini kenapa jadi curcol sikkk

Back to business!

Few days ago, gw dan partner gw mas Aakar nge-jus cantik dengan pak Nicky Hogan, Direktur Pengembangan-nya BEI. Beliau bilang menurut hasil data Nielsen di 9 kota besar, Masyarakat Indonesia yang memiliki penghasilan di atas Rp.10jt yang tau dan tertarik untuk masuk ke pasar modal jumlahnya 300rb saja. Dari 300rb itu hanya 20% nya tertarik sisanya CTA (cukup tau aja).

Whattttttttttttttttttttt!!!

Kenapa sih pada ngga tertarik??alasannya bermacam – macam

“saham itu menyeramkan”

“saham itu judi”

“saham itu bikin duit ilang”

“saham itu perlu modal besar”

and the list of long wrong assumptions go on!

Kalau mau dijabarin satu – satu mah bakalan jadi satu buku ini postingan.

Intinya sih gini, lo akan ngerasa susah,ribet,jelimet, takut akan sesuatu hal yang baru karena belum apa – apa lo sudah nolak untuk belajar. Lo berharap untuk hidup enak, koar – koar pengen punya kebebasan finansial, tapi dikasih hal yang baru untuk belajar HOW nya lo memberikan segudang excuses.

Dulu saham memang dimulai dengan modal puluhan juta, makin kesini saham lebih ritel lagi bisa dibeli dengan Rp.5.000.000,- sampai turun lagi ke Rp.1.000.000,- sampai akhirnya kamis,16 November lalu telah launching program #YUKNABUNGSAHAM dari BEI dimana lo bisa nabung rutin saham di bawah 500rb.

Hang out minimal seminggu bisa Rp.200.000,- X 4 minggu = Rp.800.000,- . Invest di saham masih bilang ngga bisa?

Banyak yang bilang sering dengar cerita orang rugi dari saham. Emang tau cerita realnya gimana? tau ngga dia milih sahamnya asal – asalan? tau ngga dia beli sahamnya denger rekomendasi dari orang saja tanpa mencoba menganalisa dulu.

“Aduh mbak aku ngga bisa analisa fundamental apalagi teknikal”

Mudahnya sih pilihlah saham yang barangnya elo pakai atau produknya sering wara wiri di kehidupan sehari – hari lo. Mulai dari situ dulu deh, kemudian upgrade diri lo dengan ikut seminar – seminar ataupun baca buku-buku tentang saham.

Tau ngga sikkk, di BEI itu ada sekolah pasar modal GRATIS!!!! Udah gratis, dapat makan lagi katanya. Mau excuse apa lagi?semua sudah di provide.

“Mbak ga bisa mantau pergerakannya tiap hari”

Ya ngga harus dipantau tiap hari juga sik, rajin amat. Alih profesi jadi broker mah kalau mantaunya harian. Lo ngga harus jadi trader yang jual beli harian/mingguan/bulanan, lo bisa jadi investor saja. Dananya di put and sleep tapi tiap bulan konsisten dan komit untuk invest . Kalau mau jadi trader itu pilihan jika memang ada waktunya.

Whats distinguish one person from another? The action they take!

Pertanyaannya sekarang mah tinggal lo MAU apa NGGA keluar dari comfort zone lo . Keluar dari produk – produk yang konservatif seperti tabungan dan deposito.

Ada beberapa tulisan lama gw tentang saham :

Saham = Judi ?

Melirik Saham

Silahkan di baca!

Ntar gw bahas more tentang saham deh (tagih ya :p) .

Foodgasm, Shopgasm,Travelgasm mah sudah lewatttt

Sekarang jamannya Stockgasm!!

Mari jadi Investor Keceh!

Lots of Love,

 

Dini

Follow, Like and Share The Post

About Farah Dini

I'm a Co-Founder and Vice-CEO of JOUSKA, an Independent Financial Advisory Firm based in Jakarta. I'm also an author and a financial writer contributors at several media.

View all posts by Farah Dini →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *