Konsep Dasar Basic Triangle Sebelum Berinvestasi

Halloooooo,

Gimana weekend nya so far? weekend gw kali ini cuma duduk manis di rumah karena badan lagi meriang dan muka pucat pasi huffff! Being sick is suck..however its telling you to listen to what your body  needs :'(

Anyway hari ini gw mau ngebahas tentang pentingnya money management sebelum berinvestasi di pasar modal.

Kenapa sih akhir – akhir ini ngomonginnya pasar modal melulu? mentang – mentang kemaren bikin acara sama BEI ya?

hahahaha gw udah hampir 5 tahun nulis blog kan, kalian udah tak cekokin dengan cashflow management, reksadana, dll . Naik kelas donk sayang – sayangkuuu…

Tapi sebelum naik kelas, money managementnya udah khatam belum???tetap ada tahapan – tahapan yang harus dilalui.

Di  Janus Financial , kita melihat segitiga dasar dulu sebelum membuat perencanaan keuangan untuk client.

Basic Triangle

Partner gw sekaligus CEO nya Janus, Mas Aakar Fidzuno selalu menekankan sebelum kita menentukan tujuan, kita harus tau terlebih dahulu posisi kita sekarang berada dimana secara finansial. Ya iyalah gimana bisa kita mencapai suatu tujuan jika kita ga tau sekarang posisi lagi dimana. Kaya gw aja yang pengen ke suatu tempat meeting, tapi gw sendiri suka bingung gw lagi di jalan apa hahahah kebayang kan bingungnya teman teman di kantor kalau mau ngasih gw direction via telp cara nyampai ke tempat meeting. Nah sama aja, kalau kita merencanakan keuangan, kita ga akan sampai tujuan kalau kita sendiri ngga tau where we are now financially.

I. Profil Resiko / Risk Profile

Profil resiko itu bukan hanya sekedar konservatif, moderate dan agresif dalam hal pemilihan produk keuangan yang dimiliki but its so much more than that.

Apa mindset kita soal uang dan kekayaan. History kita yang berhubungan dengan duit gimana? orang tua kita mengajarkan apa soal duit? semuanya related banget loh sama cara lo memperlakukan duit lo sekarang.

Apa resiko pekerjaan dan jumlah tanggungan kita. Semakin tinggi resiko pekerjaan, maka dana cash lo juga akan lebih besar daripada yang memiliki resiko pekerjaan yang tidak tinggi. Wiraswasta dan pegawai negri akan memiliki kebutuhan dana darurat yang berbeda.

Kondisi keluarga aman apa ngga? ini bukan hanya dilihat dari keluarga inti, pasangan hidup dan anak aja tapi akan ngeliat secara keseluruhan. Orang tua lo gimana? kondisi financialnya aman ngga? kaka adek lo gimana? sudah mandiri?masih tergantung?inget loh whatever happen to them financially, it may affect you juga. Ya namanya juga keluarga, kalau kenapa – kenapa masa lo ngga bantuin.

II. Current Financial Statement

Numbers don’t lie .

Semua akan kelihatan dari data kekayaan (total aset dan total hutang) dan juga cashflow (pemasukan dan pengeluaran) kita. Ini juga yang akan melihat berapa aset lancar yang kita punya, apakah aset kita terlalu likuid atau malah kurang likuid. Meaning ketika aset kita terlalu liquid, artinya kita hanya menaruh dananya di tabungan/deposito saja tidak dikembangkan secara optimal. Kalau kurang liquid berarti bisa jadi kita sama sekali kekurangan cash atau ga ada sama sekali, uang kita semua dalam bentuk aset tetap seperti rumah dan kendaraan yang susah dicairkan sewaktu waktu dibutuhkan ketika ada urgency.

Data ini juga memperlihatkan berapa aset investasi kita saat ini, berapa aset guna dan total utang kita. Apakah total utang kita melebihi total aset kita? jika ya maka hati – hati.

Cashflow juga memperlihatkan the biggest spending kita dimana? apakah besar pasak daripada tiang? apakah ada dana yang diinvestasikan atau tidak? apakah ada pengeluaran yang bisa di efisienkan?

Budgeting is necessary jika kita ingin mencapai suatu tujuan. Tetapi jangan dilupakan juga pentingnya proteksi untuk diri sendiri dan keluarga kita beserta aset – aset yang dimiliki. Yes im talking about life insurance, health insurance and general insurance.

III. Goals / Tujuan

Membuat tujuan itu juga ngga bisa seenaknya…emang sih wajar sebagai manusia, if we can have everything and anything, we would love that. But then again, there is such thing called PRIORITIES!

Mengetahui prioritas kita apa itu yang terpenting. Setiap orang punya prioritas yang berbeda – beda, sehingga ngga bisa disamakan. What matters to me, it might not matter to you, vice versa!

Kenapa banyak orang yang kapok masuk pasar modal?

Bisa jadi karena orang tersebut ngga memahami pentingnya konsep money management

Langsung masukin aja semua duitnya tanpa ngeliat dana daruratnya sudah ada apa belum, proteksi keluarga sudah aman ngga?duit yang dimasukin ke pasar modal emang duit khusus tujuan yang mana?

Jangan terlalu napsu ketika diluaran sana dibilang return pasar modal itu ga ada yang ngalahin.

Emang bener sih, tapi kalau kita ngga ngerti konsep MONEY management dan RISK management, kita juga ngga akan bisa mendapatkan keuntungan secara optimal di pasar modal. Yang ada malah rugi, dan ujung – ujungnya kapok, jelek jelekin pasar modal.

So please before you upgrade yourself by investing in stock market, do invest in yourself first. Baca buku, datang ke seminar, belajar sendiri , cari mentor, banyak deh yang bisa lo lakuin . Believe me, sekarang itu kalau kita emang mau nyari dan menggunakan smart phone kita dengan baik, nemu tauuukk kelas kelas gratis pasar modal.

Kalau mau baca buku lebih lanjut tentang konsep Basic Triangle, bisa beli bukunya partner gw, Bunda Dwita Ariani. Judul bukunya “Your Money is Your Attitude” ada di toko-toko buku terdekat.

Lets be a smart investor, ok ladiesss??

Lots of Love,

Dini

 

 

Follow, Like and Share The Post

About Farah Dini

I'm a Co-Founder and Vice-CEO of JOUSKA, an Independent Financial Advisory Firm based in Jakarta. I'm also an author and a financial writer contributors at several media.

View all posts by Farah Dini →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *