Saham = Judi ?

“Lo main di saham Din? Gila berani juga lo, ntar duit lo ilang aja nangis deh!”

” Din, saham itu kaya judi kan?ga berani ah gw . Haram!”

“Ah saham mah udah pasti rugi,mending yang pasti pasti aja lah gw”

 

ME *feeling annoyed tapi tetap berlagak cool* : Emang kalian semua sudah pernah coba invest di saham??

“ngga sih, gw denger  kata orang-orang aja”

“gw juga ngga pernah,tapi kayanya sih emang gitu kan saham ga jauh beda sama judi?”

“ngga pernah invest, takut gw, sering baca berita harga saham turun”

flip table

 

 

 

 

 

 

Hiiih! Manusia ya dasar,suka nya asumsi aja dulu tanpa coba cari tau atau belajar dulu…Hobi kok dengerin kata orang. Udah gitu dengerin kata orang yang ngga walk the talk.

OK untuk soal saham itu halal atau haram secara agama, gw ga mau bahas , karena urusannya dengan kepercayaan. Jadi please read up more tentang itu di website lain ya…bakalaaan panjangg banget pembahasannya.

Kenapa sih saham itu banyak dianggap judi ?

1. Karena ada probabilitas rugi dan untung

2. Kebanyakan orang ngomongnya “main” saham bukan invest di saham . Ya kalau nyebutnya aja udah main jelas pengertiannya beda lah sama invest. Orang  yang “main” saham adalah orang yang memilih saham bukan berdasarkan riset dan analisa melainkan tebakan dan feeling atau apa yang lagi heboh pada saat ini. Ini nih yang ngebuat orang berpikir bahwa invest di saham itu spekulasi banget.

3.  Judi = bertaruh . Saham terkesan judi karena kita seperti mempertaruhkan dana yang dikeluarkan. Kemudian orang banyak menyamakan saham dengan derivatif seperti forex dimana kita sering dengar orang kehabisan modalnya ketika “main” di instrumen high risk tersebut.

4. Orang yang “main” di saham ga sabaran dan tidak mau melalui proses pembelajaran. Di benak mereka “how to make a lot of money quickly?” akhirnya memilih saham yang “dirasa” akan cepat memberikan keuntungan. Hidup mereka ga enak, selalu harap harap cemas sambil terus melototin layar

5. Banyak kasus di dunia orang bunuh diri karena kehilangan duitnya gara – gara “main” di saham. Denger berita seperti itu langsung deh diasumsikan saham itu jelek banget! Tanpa ngecek , sebenarnya mereka bisa sampai bunuh diri itu bagaimana kronologisnya? naro duit di mana?ngelola sendiri, milih saham sendiri, pake analisa ngga?sudah ok banget belum fondasi keuangannya sebelum masuk saham?apa orang yang bunuh diri itu malah mengelola duit orang lain, terus rugi kemudian stress di tuntut ini itu?beneran saham atau instrumen investasi lain yang ternyata lebih berbahaya?

Jadi sebenarnya saham itu sendiri apa??spekulasi itu apa?

Kembali ke Kamus KKBI (serius dikit)

Saham = surat bukti kepemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividend dan lain – lain menurut besar kecilnya modal yang disetor. 

Mudahnya sih gini :

Temen lo punya warung ayam penyet, trus lo pernah nyobain ayam penyetnya enak banget, yang running bisnisnya juga lo tau profilnya seperti apa dalam bekerja, sangat rajin,ulet dan jujur. Lo percaya kalau sebenarnya ni warung bisa lebih terkenal lagi kalau saja tempatnya lebih bagusan dan strategis serta brandingnya lebih kuat. Lo sendiri sebagai penggemar ayam penyet dari dulu pengen punya warung cuma karena lo masih karyawan yang full time susah untuk ngejalaninnya. Akhirnya lo bilang deh sama temen lo itu kalau lo pengen invest di bisnisnya doi. Uang yang lo invest itu bisa digunain dia untuk modal cari tempat yang bagusan dan mulai ngebrandingin si warungnya.

Setelah pindah tempat dll, ternyata keuntungannya makin banyak , si temen lo ini juga bisa beli aset ini itu untuk kelancaran bisnisnya. Otomatis ketika waktunya untuk pembagian keuntungan, lo juga akan menerima hasil growth dan profit dari bisnis temen lo ini.

Invest di saham pretty much like that.

Spekulasi = pendapat atau dugaan yang tidak berdasarkan kenyataan ; tindakan yang bersifat untung – untungan 

Ketika lo memilih saham bukan berdasarkan riset dan analisa fundamental serta teknikalnya, lo boleh dibilang berspekulasi. Para spekulan ini lah yang menjadi salah satu faktor saham itu bisa jeblok banget.

Seorang Warren Buffet yang kaya raya karena saham, hobinya setiap hari adalah membaca laporan keuangan perusahaan – perusaahan (kita hobinya traveling, si opa hobinya baca lapkeu, pantes ya isi dompet kita beda sama opa). Beliau bener – bener ngeliat gimana suatu perusahaan secara fundamental dan prospek kedepannya bakalan seperti apa.

Orang – orang seperti Opa Warren ini confident kalau pilihan perusahaannya masih akan terus berkembang dan tetap diperlukan banyak orang meskipun ga dapat dipungkiri, kita pasti akan melalui siklus krisis beberapa tahun sekali. Nah karena confident, mau saham turun seperti sekarang ini, orang kaya Opa ga akan panik, malah tersenyum karena bisa dibeli di harga bawah.

Sama halnya dengan kejadian krisis 2008 dimana IHSG sampe menyentuh di 1300, setahun kemudian orang – orang yang beli saham ketika IHSG di harga 1300, sudah bisa menikmatin hasilnya. Coba pikir pas 2008, lo beli ketika IHSG 1300, sekarang di 2015, IHSG di kisaran 4300 – 4500 (saat ini) , masih ok kan portfolio lo ? nah imagine few years from now , ketika lo beli harga saat ini, trus IHSG ntar berada di kisaran 7000 – 8000, enak toh ?kalau emang tujuannya masih lama dan pemilihan saham kita sudah bagus, ya udah sih .

Laporan keuangan perusahaan – perusahaan itu bisa di download loh di website mereka. Ngga ngerti bacanya??coba beli buku – buku saham yang mudah dimengerti, banyak kok malah ada yang bentuk komik buat jelasin cara baca lapkeu simple.

Mau kaya? usaha sedikitt donkk…beli buku, belajar lagi, tanya sama expertnya, datang ke seminar – seminar/talkshow, ikut kelas GRATIS di Bursa EFEK.

So saham itu judi apa ngga? thats depend on how you treat your portfolio dan tentunya dengan kepercayaan masing – masing.

Sebelum masuk ke saham apa saja yang harus diperhatikan?

Kalau untuk client – client kita di kantor, harus memenuhi beberapa syarat :

1. Book plan / financial plan nya sudah lulus . Artinya dana darurat sudah ready, asuransi sudah punya complete, utang sudah ok komposisinya, dan investasi yang lain sudah berjalan dengan lancar.

2. Dana yang digunakan adalah dana idle yang tidak akan mengganggu tujuan lainnya. Bukan ngambil dana darurat, atau dana pendidikan anak yang sudah disiapkan.

Kalau fondasi keuangan sudah aman mah, kondisi seperti sekarang nyantai. Malah client – client gw dapet bonus bukannya belanja di mall, malah calling plannernya nanya “enaknya duit gw dibelanjain kemana nih, saham apa reksadana?”

Semua client yang sudah di tahap seperti itu, mereka juga melalui proses kok. Proses dimana mereka harus membentuk habit untuk disiplin dan berkomitmen sama tujuan keuangan yang ingin dicapai. Some did sacrifice seperti mengurangi pengeluaran jajannya, dll. But once habit sudah terbentuk, semua jadi lebih gampang. Mau krisis atau ngga, feeling aman itu yang penting.

Lets invest ladies …

Mwah

Lots of love,

Dini

Follow, Like and Share The Post

About Farah Dini

I'm a Co-Founder and Vice-CEO of JOUSKA, an Independent Financial Advisory Firm based in Jakarta. I'm also an author and a financial writer contributors at several media.

View all posts by Farah Dini →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *