Keeping Up with Joneses

Apaan sih Din maksudnya Keeping Up with Joneses?

Gw taunya Keeping Up with Kardashian

Keeping up with Joneses itu adalah idiom yang digunakan di negara – negara yang menggunakan bahasa Inggris. Artinya adalah selalu ingin memiliki apa saja yang tetangga atau orang terdekat lo punya. Tetangga lo punya mobil terbaru lo pun pengen punya mobil terbaru, sodara lo habis beli rumah di daerah prestige, lo pun ngga mau kalah.

Habit of keeping up with Joneses ini bisa ngebuat hidup lo jadi ngga enak banget dah, ga mau kalah, selalu competitive dan maksain membeli sesuatu yang belum tentu lo butuh butuh banget. Sifat competitive sih perlu untuk lebih maju lagi, tapi kalau dikit – dikit ngga mau kalah dalam hal pembelian barang, itu mah lo bermasalah banget dan minta diakui kalo lo punya duit juga. Iya kalau beneran punya duit, kalau nggak?utang deh kesono kemari.

Lo harus tau dulu akar permasalahannya apa sih?kenapa lo selalu trying to impress everybody around you? Dari banyak bacaan yang gw baca plus ngobrol sama psikolog ,ada beberapa alasan why people have this attitude :

1. Low self – worth

Lo menganggap kalau lo cuma bisa impress orang lain dengan materi. Kalau lo punya sesuatu yang wah baru lo dianggap sama orang. Lo ngerasa ga bisa berteman kalo lo ngga punya apa – apa atau lo ngga seberhasil temen lo.

2. Balas dendam masa kecil

Krn masa kecil keinginannya ga dipenuhi orang tua karena keterbatasan dana ataupun alasan lainnya, seseorang bisa memendam rasa marah terlebih lebih melihat teman – temannya bisa dengan mudah memiliki barang semasa kecil. Perasaan terpendam ini lah yang menyebabkan orang pengen selalu menunjukan bahwa dia bisa membeli barang apapun yang diinginkannya ketika sudah berpenghasilan.

3. Too much pride

“Gw kan lulusan luar negri bok, masa pake mobil tua?”

“Gw kan kerja di multinational company, masa rumah gw di antah berantah!”

“Jabatan gw kan lumayan tinggi, masa pake tas yang murahan”

4. Peer Pressure

Kalau dulu masih kecil kita sering dinasehatin jangan milih milih teman , kalau sekarang semakin dewasa, memilih teman itu harus. Katanya future lo ditentukan oleh dengan siapa kamu bergaul. Be friend with people who bring out the best in you . Bukan teman – teman yang membawa negativity into your life. Teman yang menghasut untuk menjadikan lo sebagai orang lain dan bukan diri lo sendiri is not worth keeping.

Ada tuh grup cewek  cewek dimana lo baru bisa masuk grup mereka kalau lo mengikuti standar gaya hidup mereka, baik dari segi fashion, tempat nongkrong dll. Hih buat apaan!! mending tuh ya punya grup cewek cewek yang sama – sama bisa memotivasi satu sama lain untuk memiliki keuangan yang lebih bagus. Ngumpul – ngumpul pertanyaannya bukan “merk tas baru lo apa?” tapi “sudah invest dimana lagi nih?”

Itu beberapa akar permasalahannya, mungkin masih banyak lagi alasannya . Coba lo dig a little deeper pasti ketemu WHY nya.

Nah gimana cara stop jiwa “competitive” ini ?

1. Bukan punya kekayaan dulu baru bahagia, tapi bahagia dulu baru lo bisa attract kekayaan

Kekayaan disini bukan cuma bentuk materi ya, tapi segala hal yang bisa kita syukuri juga merupakan suatu kekayaan. Ketika kita bahagia dan bersyukur terhadap apapun yang kita punya, we well end up having more and more to be grateful for, it may also include money!

2. Jangan membandingkan diri lo dengan orang lain

Stop competing with others, the only person you have to compete with is the old you. Gw yang sekarang harus lebih baik dari gw yang dulu.

Lagian ya, orang lain terlihat sukses, bahagia, dll tapi lo belum tentu tau kan cerita mereka seperti apa. Gimana masa lalu mereka sampai mereka ada di posisi sekarang, apa aja perjuangan mereka. Yakin deh mereka juga pasti ngelewatin masa galau juga. But they keep on going until they become who they are today. Instead of being jealous, why dont you learn from them? ask them , be inspired by them , learn from them.

3. Value yourself

You are worth it, You have value. You are matter ! I keep telling myself this, when im havinga  low self esteem. Yes gw juga ngalamin yang namanya low self esteem. Merasa kurang pinter, kurang ini kurang itu, biasalah manusia…ga mungkin kan positive melulu hahaha *hoi sapa suruh curhat*

But as my mentor said, you have to learn to switch your mood . Easy, when that negative thoughts come, langsung pikirin hal – hal yang harus gw syukuri. As simple as grateful for being alive and healthy.

4. Find the Help

Find the help from the people around you. Akui kalau lo punya masalah memanage duit dan minta pertolongan orang terdekat untuk selalu mengingatkan mu. Jangan gengsi ah!! Untuk kebaikan lo ini…

Nah setelah ini baru kita ke teknisnya

1. lunasi utang – utang lo abis itu potong deh kartu kredit. Ga usah punya banyak banyak kalau mudah tergoda

2. Bikin budgeting and make sure you keep on track

3. Punya tujuan keuangan yang bisa memotivasi lo dengan kuat untuk meraihnya sehingga lo ngga mudah terpengaruh dengan godaan sale yang terkutuk ataupun godaan lainnya.

4. Bikin neraca kekayaan bersih lo . Isinya total aset lo dan total utang lo. Tiap tahun lo akan liat perubahan dari total kekayaan bersih. Seharusnya tiap tahun aset nambah utang berkurang kan?? kalau kebalikannya, berarti keuangan lo bermasalah dan harus segera diperbaiki.

Ok ladies, be grateful for what you have and what you are

Lots of Love,

Dini

 

Follow, Like and Share The Post

About Farah Dini

I'm a Co-Founder and Vice-CEO of JOUSKA, an Independent Financial Advisory Firm based in Jakarta. I'm also an author and a financial writer contributors at several media.

View all posts by Farah Dini →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *