BPJS vs Asuransi Swasta

Heloooo ladies,

Gw banyak banget nerima pertanyaan via twitter,email atau interview on “sebaiknya milih BPJS apa asuransi swasta? atau kalau sudah punya asuransi swasta perlu ngga BPJS?atau sebaliknya”

BPJS Kesehatan atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan adalah program pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Uang iuran atau premi yang dibayarkan murah banget dibanding asuransi swasta, yaitu :

Kelas III = Rp.25.500/bulan

Kelas II = Rp.42.500/bulan

Kelas I = Rp.59.500/bulan

Manfaat yang diberikan apa saja bisa dilihat disini —> Manfaat BPJS Kesehatan

Premi asuransi kesehatan murni swasta kisarannya tergantung umur, rata – rata starts Rp.3.000.000,- ke atas (kecuali anak kecil bisa Rp.2jt an) per tahunnya.

Bedanya apa?  beda bisa dilihat dari manfaat/perlindungan dan juga pelayanan.

Dengan BPJS kesehatan, ada prosedur yang harus dilalui, yaitu ketika kamu sakit akan dilihat dulu sakitnya apa?kalau misalnya ringan ya udah kamu cuma akan dirawat di puskesmas rekanan aja, ngga bisa ke rumah sakit. Kamu akan dapat rujukan ke rumah sakit, ketika kamu menderita penyakit tertentu atau dalam tahap kondisi yang memang harus ada penanganan dokter di rumah sakit. Rumah sakitnya juga harus rekanan dengan BPJS. Jadi kalau kamu biasa ke rumah sakit tertentu, cek apakah BPJS kerjasama dengan RS tersebut atau tidak. Kalau tidak, ya jangan kecewa kalau kamu dirujuk ke rumah sakit lain.

Untuk sebagian orang, perlindungan dari BPJS sudah relatif bagus sehingga tidak perlu lagi untuk membeli asuransi swasta. Sedangkan untuk sebagian orang lagi merasa perlindungan BPJS sangaaat kurangg , dan biaya nombokin dari kekurangan itu cukup besar, jadi mau ngga mau harus punya asuransi swasta juga.

BPJS ada maksimum dana yang keluar untuk tiap – tiap penyakit, jadi jangan expect juga bisa tercover semua kebutuhan kamu. Asuransi swasta juga begitu, ada limit untk setiap manfaat, baik itu limit per kejadian atau limit per tahun (tergantung kebijakan perusahaan asuransi).

Untuk soal service pelayanan, dont expect too high buat BPJS karena mereka juga masih mencoba membangun sistem perlindungan kesehatan yang bagus untuk masyarakat Indonesia. Tetap perlu kita dukung tetapi untuk saat ini jangan berharap terlalu besar. Masih ada kekurangan disana sini, seperti antrian yang panjang, fasilitas yang seadanya, dan lain sebagainya.

Buat yang sudah dapat BPJS dari kantor, perlu ngga beli asuransi swasta? perlu kalau memang kamu menginginkan pelayanan yang lebih

Jadi sekarang katanya, BPJS mencoba untuk menggandeng para asuransi swasta ini untuk melakukan COB (coordination of benefit). Jadi misalnya kamu punya BPJS, terus ada tagihan RS kamu sebesar Rp.6.000.000,- sedangkan limit di BPJS cuma Rp.4.000.000,- maka sisanya bisa di tutup oleh asuransi swasta yang kamu punya. Tetapi memang harus cek dulu ada COB ga antara BPJS dengan asuransi yang kamu punya. Kalau ngga ada, prosesnya bakal rempong bangettt…Kamu bakal bolak balik rumah sakit dan perusahaan asuransi buat ngurus minta bukti ini itu dll. Rumah sakit juga kalau sudah di cover sama BPJS belum tentu mau kasih kwitansi dll.

Anyway, walaupun COB terkesan menarik banget tapi harus diinget loh bedanya biaya rumah sakit pemerintah dengan rumah sakit swasta yang mahal itu gedeee bangeet. RS swasta nya juga belum tentu mau terima BPJS dan asuransi swasta juga lagi proses mikir – mikir untuk kerjasama.

Unless, kedepannya ada kebijakan pemerintah yang mengharuskan semua asuransi swasta bekerja sama dengan BPJS baru deh kita aman.

“Tapi Din, mubazir ngga sih punya dua asuransi gitu? mendingan BPJS aja atau beli juga asuransi swasta?”

Nah ini gw ngga bisa ngasih jawaban general soalnya tiap orang akan beda – beda. Kenapa bisa beda ?

1. Ada orang yang dont mind dirawat ke puskesmas dulu, tanpa harus ke RS tetapi ada juga orang yang ” aduhh mbakk, puskesmas kita kan pelayanan dan fasilitasnya belum bagus, males ah”

2. Ada yang dont mind dirawat di rumah sakit mana aja , ngga jadi masalah, ada yang harus ke RS tertentu dengan alasan fasilitas dan kenyamanan.

3. Ada yang memang merasa punya potensi penyakit tertentu dengan biaya yang tidak murah jadi harus beli asuransi swasta dengan coverage bagus walaupun mahal, ada juga yang merasa jarang sakit jadi cukup dengan BPJS saja.

4. Ada yang PENGHASILANNYA-nya saat ini cukup untuk BPJS saja  dan ada juga yang bisa afford untuk keduanya.

5. Ada anggota keluarga yang memang umurnya sudah tua dan akan sangat mahal kalau beli asuransi swasta, maka dia membelikan BPJS untuk keluarganya itu.

6. Ada yang merasa fasilitas BPJS sudah cukup maksimal maka dia memilih BPJS saja . Ada yang merasa kurang yakin dengan coverage BPJS, maka dia akan lebih prefer tambahan asuransi swasta yang sudah jelas limit pertanggungannya berapa dan untuk apa saja.

SO, kesimpulannya , pilihlah yang menurut kamu sesuai dengan kebutuhan kamu dan keluarga. Coba bandingkan manfaat yang kamu dapat dari asuransi swasta dan BPJS dan jangan lupa semua kembali ke tingkat kenyamanan kamu akan fasilitas yang diberikan. One more thing that is important yaitu sesuaikan dengan CASHFLOW kamu hihi..

Ini informasi untuk buku panduan BPJS, siapa saja yang boleh menjadi peserta dan apa saja manfaat yang diberikan –> BUKU PANDUAN BPJS . Untuk panduan asuransi swasta, silahkan ke web masing – masing perusahaan asuransi 🙂

OH YA! Sebenarnya BPJS ini eventually wajib buat semuaaa masyarakat Indonesia. Jadi ntar no choice lo harus punya! Tinggal pertimbangkan aja perlu beli asuransi swasta tambahan lagi atau ngga 🙂

Lots of Love,

Dini

Follow, Like and Share The Post

About Farah Dini

I'm a Co-Founder and Vice-CEO of JOUSKA, an Independent Financial Advisory Firm based in Jakarta. I'm also an author and a financial writer contributors at several media.

View all posts by Farah Dini →

12 Comments on “BPJS vs Asuransi Swasta”

  1. Artikel yang tidak menjelaskan secara detil. Apakah jika sudah punya asuransi swasta perlu BPJS? Jawabannya adalah tidak perlu. Sekedar mengingatkan bahwa tindakan dan obat medis yang dikover oleh BPJS amat sangat minim. Jika kita sakit dan punya BPJS, maka dokter akan memberikan obat generik paling murah. Jika kita perlu operasi dan punya BPJS, maka dokter akan memakai peralatan minim dan anestesi yang murah (sakitnya pas operasi kerasa tuh). Belum lagi antrean kantor BPJS ramai sekali. Bayangkan saja kita sakit dan perlu tindakan tidak bisa langsung ketemu dokter mesti menyelesaikan administrasi dulu.

    1. Tidak semua orang cocok dengan BPJS dan tidak semua orang juga bisa afford asuransi kesehatan swasta 🙂

      Kita ngga bisa bilang BPJS ngga perlu ketika banyak diluar sana orang yang merasa terbantu dengan kehadiran asuransi ini. Sebagai warga negara juga kita harus selalu mendukung apapun program pemerintah walaupun belum sesempurna asuransi kesehatan di negara – negara lain 🙂

      Memang betul apa yang mas Suparman bilang tentang obatnya yang masih generik dan proses administrasi yang terlalu banyak hierarchy nya, tapi ada yang willing untuk melalui proses itu karena hanya itulah opsi yang mereka punya. Minimnya biaya yang di cover medis juga relatif sesuai kebutuhan masing – masing individu.

      Kita hanya bisa berdoa mudah – mudahan pemerintah semakin memperbaikin layanan BPJS ini agar lebih lengkap dan suatu saat malah jadi program yang gratis untuk semua warga indonesia.

      Ketika punya dana lebih, memang disarankan untuk mengambil asuransi swasta yang lebih lengkap di luar BPJS, tetapi jika tidak ada, maka jangan dipaksakan. Siapkan dana darurat lebih sebagai back up .

      1. anak saya menderita leukimia, sudah 5 bulan rutin dirawat di rsab harapan kita. kalau ditanggung sendiri mungkin sudah habis 300an jt.. dan alhamdulillah di tanggung bpjs.. jadi biaya perawatannya O. cm butuh duit buat transport, konsumsi yg jaga, foyocopy aja… masalah apa yg dicover bpjs, setahu saya sistem pembiayaan bpjs mengcover semua tindakan yg direkomendasikan dokter. dan masalah obat memang dg bpjs obatnya adalah obat generik, toh kandungan kimia obat generik jg sama aja dg obat generik bermerk dan obat paten. bedanya cm seperti beli kangkung di pasar tradisional dan beli kangkung di supermarket. samaaja kangkung, beda plastiknya aja.

    2. Mungkin ada org yg kurang menerima manfaat Bpjs, tapi saya sebaliknya. Ibu saya bbrp wkt yg lalu terkena lowbackpain tiba2 dan ga bisa jalan. Untung sudah punya Bpjs dari konversi askes. lalu dibawa ke UGD RS terdekat, dirongent dan diperiksa dokter setempat, lalu diberi rujukan ke RSUP untuk diberi tindakan. Lalu Ibu saya operasi dan perawatan di RSUP menginap selama 28 hari. setelah operasi ada rawat jalan dan diberi rujukan konsultasi ke ahli gizi dan dr. peny. dalam karna ada riwayat gula juga. Dari A – Z perawatan ibu saya semua GRATIS..padahal kalo dihitung dari nota pembayaran + rawat jalan abis skitar 30 juta. Alhamdulillah bagi kami Bpjs sangat membantu…..

    1. Yups, ak setuju dengan pemikiran mbak farah, tidak semua pelayanan rumah sakit pemerintah 100% jelek. setiap asuransi punya prosedur yang berbeda-beda, karena gak semua asuransi swasta bagus qo (ak pernah mengalami dengan salah satu perusahaan asuransi swasta ternama dan itu SANGAT MENGECEWAKAN) BPJS memang sangat membantu utk orang-orang yang penghasilanya terbatas. Dengan BPJS org yang hanya penghasilannya sedikit dia masih bisa punya asuransi kesehatan. karena gak semua orang bisa bayar uang premi asuransi swasta.

  2. Daftar BPJS online saja, gampang dan cepet. Nggak perlu ngantri.
    Lalu, kalo sakit nggak harus ke puskesmas dulu, bisa klinik swasta dekat rumah atau bahkan ke dokter keluarga yang sudah kerjasama dengan BPJS, nanti mereka yang akan merujuk ke RS jika memang perlu rawat inap.
    Waktu daftar itu, ada pilihan FASKES TINGKAT I, tinggal pilih yang dekat rumah. Semoga membantu.

  3. Sistem BPJS yg pd akhirnya akan jadi wajib utk semua warga negara aku rasakan cukup membantu dalam penanganan kesehatan keluarga. Ortu kami menjalani operasi, kolonoskopi, endoskopi dan rawat RS gratis. Memang perlu pilih2 RS yg terdekat krn antrinya dr jam 4 pagi. Pelayanan so far nggak ada perbedaan signifikan. Ada RS yg bisa COB atau upgrade kelas kamar dg DP uang pribadi.
    Konsepnya bagus mudah2an implementasinya semakin baik, terlebih jika program bs sukses mulai dr pencegahan melalui dokter keluarga yg memberi edukasi memadai.

  4. Sudah punya keduanya. Dan sedang menikmati BPJS sekalinya dapat surat rujukan dokter ahli jgn sampai putus karena proses mendapatkan itu agak sulit untuk penyakit biasa dan kadang2 kumatnya hhehe. Bpjs itu butuh sabar saat antri nomor urut dokter. Enaknya kalau harus periksa lab dll itu jadinya gratis. Klo obat tergantung, banyak jg yg gak tercover BPJS.
    Nah tinggal yg asuransi syariah nih aku belum mudeng banget. Tambah lagi mbak artikel ttg asuransinya apalagi utk wanita karir usia 25something, dimana aja benefitnya punya asuransi sedini mungkin.
    Thanks mbak. Keep awesome!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *