Perlu ngga beli asuransi Critical illness ?

Dear readers,

Sudah beberapa tahun terakhir ini gw notice bahwa banyak sekali kejadian yang menimpa orang – orang di sekitar gw ataupun cerita dari temen – temen maupun client dimana banyak kenalan mereka yang meninggal pada usia muda karena penyakit – penyakit kritis.

Ironis banget mengingat jaman waktu gw kecil, gw mikir bahwa yang akan meninggal itu kebanyakan orang yang sudah uzur, walaupun ya tetep itu semua atas keputusan yang di ATAS.

Tapi kalau kita telaah lebih lanjut, memang jumlah orang yang meninggal di usia muda saat ini lebih banyak daripada jaman dulu. Berdasarkan beberapa informasi yang gw denger, ini semua karena pengaruh gaya hidup yang berubah. Pola makan , pekerjaan yang overload, stress, depresi, banyak pikiran , kurang olahraga dan lain sebagainya menjadi pemicu penyakit – penyakit ini bermunculan. Makanan yang dijual sekarang juga banyak mengandung bahan – bahan yang sebenarnya tidak baik untuk tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan. Asupan gula dan garam meningkat di tubuh seseorang karena melihat dari segi waktu orang – orang lebih sering makan diluar daripada di rumah dimana asupan ini bisa lebih di control . Ngemil juga susah di stop apalagi kalau lagi banyak kerjaan dan pasokan snack di kantor selalu menemani .

Hal ini membuat jadi banyak orang bertanya, Perlu tidak saya membeli asuransi critical illness?

Mari kita discuss!

Asuransi penyakit kritis adalah salah satu asuransi yang mengcover kebutuhan dana apabila tertanggung menderita salah satu penyakit kritis yang di tanggung oleh perusahaan asuransi.

Asuransi penyakit kritis mengcover pada saat penyakit tersebut ada pada tahap menengah/akhir. Seperti kanker, maka sampai stadium 3 ke atas. Nah, penyakit kritis itu juga yang tidak harus memerlukan stadium tetapi juga bisa mengcover seperti stroke, serangan jatung pertama, jantung koroner dan lain sebagainya. Setiap perusahaan asuransi bisa mengcover jumlah penyakit yang berbeda. Ada perusahaan yang mengcover 53 penyakit kritis, 56, 40 dan lain sebagainya. Setiap penyakit juga pasti ada kondisi yang harus dipenuhi , oleh karena itu untuk membeli asuransi ini baca polis itu PENTING BANGET!

Untuk yang memiliki orang tua dengan riwayat hipertensi dan diabetes resiko untuk terkena penyakit yang sama sangat besar. Nah menurut mas Kurnia, salah satu advisor di Fin-ally spesialisasi asuransi 2 penyakit ini adalah pemicu timbulnya penyakit lainnya seperti jantung, paru-paru,ginjal dll. That is why mereka yang punya riwayat disarankan untuk memiliki asuransi kritis. Sekarang mungkin kita merasa sehat – sehat saja, tapi inget banyak faktor – faktor gaya hidup yang bisa menjadi trigger munculnya penyakit dengan cepat terutama bagi yang memiliki riwayat.

Mba Vivien, salah satu agen di perusahaan asuransi mengatakan bahwa sekarang juga ada asuransi penyakit kritis yang memberi pertanggungan pada tahap awal penyakit terdeteksi. Uang pertanggungan yang keluar sebesar 50% dan pada tahap berikutnya akan keluar 100% atau sisa dari Uang pertanggungan tersebut.

Critical illness mostly bundled dengan unit link atau term-life. Hanya ada satu perusahaan so far dari data kita yang menyediakan asuransi criticall illness yang stand alone.

Critical illness yang bundled biasanya tidak bisa lebih tinggi dari uang pertanggungan dasar. Jadi kalau misalnya UP dasar kita 1M, maka UP critical illness kita ga bisa lebih dari 1M!

Maksimum UP untuk critical illness di masing – masing perusahaan asuransi beda – beda. Contoh di salah satu perusahaan asuransi, 1 polis CI maksimum 1M, kalau mau lebih bisa dibuat beberapa  polis tapi maksimum 3M totalnya. Apabila ingin lebih harus kasus khusus dan harus nilai jumlah UP yang dimiliki di perusahaan asuransi lain.

Masa tunggu asuransi critical illness untuk bisa digunakan adalah 90 hari dari asuransi kita di approved dan ada juga masa tunggu untuk bertahan hidup hingga bisa claim asuransi penyakit kritis sebelum meninggal yaitu 14 hari *bisa berbeda tergantung perusahaan*

Di sebuah perusahaan asuransi,apabila ada yang meninggal mendadak dan diduga kena CI, maka harus dilakukan otopsi untuk memastikan memang yang bersangkutan menderita CI baru akan keluar claimnya. Walaupun begitu, menurut mas Kurnia, 80% orang yang meninggal mengalami fase sakit kritis. Apabila meninggal tanpa sakit maka manfaat tidak akan keluar. CI ini akan hangus tentunya.

Masa pertanggungan bisa dipilih dan ini berbeda di setiap perusahaan, ada yang ditanggung sampai usia 65 tahun, 80 dan 88 tahun. Usia masuk juga bervariasi dari usia 6 tahun – 69 tahun atau 17-55 tahun. UP ada yang US$250.000, Rp.1M, Rp.2M dsb.

Berapa sih kisaran premi asuransi penyakit kritis?katanya mahal ya? well, mahal itu relative sih, tapi kalau kita memang ada riwayat penyakit kritis maka asuransi ini sangat diperlukan. Bayangin aja untuk operasi katup jantung aja minimal Rp.300.000.000,- . Biarpun duit di tabungan lo banyak, apa mau semua dihabiskan untuk ngebayar rumah sakit aja?

Contoh kisaran premi asuransi penyakit kritis di salah satu perusahaan asuransi :

Pria, usia 35 tahun mengambil asuransi penyakit kritis (yang tahap awal) dengan UP 1M yang mengcover sampai usia 65 tahun. Premi per tahun Rp.9.060.000,- Apabila mengcover hingga usia 88 thun, premi Rp.11.780.000,-

 

Wanita, usia 35 tahun mengambil asuransi penyakit kritis (yang tahap awal) dengan UP 1M yang mengcover sampai usia 65 tahun. Premi per tahun Rp.11.370.000,- Apabila mengcover hingga usia 88 thun, premi Rp.14.780.000,

 

Pria, 35 tahun mengambil asuransi penyakit kritis yang additional dan tidak mengurangi UP dasar sampai usia 65 tahun premi Rp.12.320.000,- , cover sampai usia 88 tahun Rp.23.160.000,-

 

Pria, 35 tahun mengambil asuransi penyakit kritis yang additional dan tidak mengurangi UP dasar sampai usia 65 tahun premi Rp.11.050.000,- , cover sampai usia 88 tahun Rp.19.500.000,-

Jadi perlu ngga saya membeli asuransi penyakit kritis???

1. Ada riwayat penyakit kritis ngga di keluarga lo?

2. Bagaimana pola hidup lo?asupan makanan lo gimana?lo mudah stress ngga?pernah terkena penyakit apa?seberapa concern kamu dengan penyakit kritis ini?

3. Seberapa concern lo dengan keluarga  apabila lo terkena penyakit kritis dan keluarga lo jadi pusing mikirin biayanya?

Ask yourself these questions!

Nah asuransi penyakit kritis ini UP nya juga harus selalu di review loh. Mungkin sekarang lo punya UP 1M, nah 10 tahun lagi 1M ini pastinya value akan berubah karena inflasi. Yah namanya penyakit siapa yang tau bakalan kena apa ngga, dan yang namanya meninggal mana kita tau kapan waktunya!

Sebagai tambahan, lo juga bisa sediakan account investasi khusus untuk penyakit kritis juga apabila saat ini belum bisa membeli asuransi critical illnes. However, apabila lo tiba – tiba kenanya tahun depan dan investasi lo belum seberapa maka ga akan bisa mengcover sebesar apa yang asuransi bisa tanggung untuk lo.

Note : semua hitungan premi itu tidak sama di perusahaan asuransi dan juga akan berbeda untu setiap individu tergantung dari faktor – faktor yang sudah ditetapkan oleh perusahaan asuransi.

Do ask lots of questions and read the proposal or police carefully. Ask people who have expertise in this area!

Lots of Love,

Dini

With the help of Kurnia Sukmanagara & Vivien Santoso

Follow, Like and Share The Post

About Farah Dini

I'm a Co-Founder and Vice-CEO of JOUSKA, an Independent Financial Advisory Firm based in Jakarta. I'm also an author and a financial writer contributors at several media.

View all posts by Farah Dini →

2 Comments on “Perlu ngga beli asuransi Critical illness ?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *