Melirik Saham *wink wink*

IHSG menembus record baru di level 5.012

Yang punya reksadana saham lagi bersorak gembira melihat portfolio-nya mengalami kenaikan signifikan

Yang berinvestasi langsung di saham selama bertahun – tahun pun senang melihat ada kenaikan pada harga saham + tambahan dari dividend yang dibagikan perusahaan.

Sebenarnya apa sih saham itu?serem ngga sih?minimum masuknya gede ya?

Sudah beberapa kali perusahaan saya Fin-ally Consulting bekerja sama dengan beberapa pihak sekuritas memberikan awareness tentang saham kepada investor – investor kategori mid to agresif atau investor yang sudah naik kelas (dari deposito -> obligasi -> LM -> reksadana) .

Saham dianjurkan untuk investasi jangka panjang untuk menimalisasikan resiko dan para investor harus memilih saham dengan bijak sesuai hasil analisa fundamental perusahaan. Tetapi untuk para trader yang aktifitas jual beli sahamnya dilakukan dalam waktu singkat (jam2an, harian,mingguan atau bulanan) maka tidak hanya dari segi fundamental yang diperhatikan tetapi juga teknikal analisis harus dipertajam.

“MBA DIN PUSINGGGG BAHASANYAAA!”

hehehehe gw juga pusing klo disuruh jelasin pake bahasa2 yang ngejelimet…sama kaya kita belajar berenang, kalau cuma baca doank teknik berenang sampe kapanpun ga akan bisa berenang. Begitu juga dengan saham, kalau kita cuma baca bukunya tapi ga praktek maka ga akan pinter – pinter . Seperti kata T.Harv Eker, Every Master Once was a Disaster! Jadi kalau pengen tau saham lebih banyak, its ok to take baby steps asal antara ngga cuma belajar tapi juga mulai praktek setelah cukup paham dengan seluk beluknya.

Jadi daripada gw jelasin yang njelimet, gw pengen kasih kalian data – data dan cerita nyata dulu nih tentang orang – orang yang sudah berinvestasi ataupun trading di Saham.

Sabtu lalu, mas Yeri Kurniawan @finnetizen , salah satu partner gw yang memang spesialisasinya di saham sharing mengenai seorang bapak yang sudah berinvestasi di saham sejak tahun 1982 *gw belom lahir bok*.

Jadi si Bapak ini membeli saham salah satu perusahaan consumer goods pada saat IPO di tahun 1982 dengan harga 1 lot nya (1 lot itu 500 lembar) , Rp. 3.175. So do’i cuma beli 1 lot seharga Rp.3175 X 500 = Rp.1.587.500,-

11 Juli 1989, perusahaan ini memberi bonus setiap 1 (new) : 6 (old) artinya setiap 6 lembar saham lama akan mendapat 1 lembar saham baru . Jadi si bapak mendapatkan total jumlah saham lama + saham bonus = 500+83 = 583!

7 Maret 1993, perusahaan ini memberikan bonus lagi 6,668 (new) : 100 (old) so sekarang jumlah saham si bapak 583 + 39= 622 lembar

6 Nov 2000,  perusahaan ini stock split 1 (old) : 10 (new) jadi jumlah saham setelah stock plit = 6.220 lembar

15 Sept 2003, lagi2 stock split 1 (0ld) : 10 (new) jadi jumlah saham si bapak sekarang berkembang biak menjadi 62.200 lembar atau setara dengan 124.4 LOT (si bapak tadi modalnya cuma 1 LOT doank yak)

Harga saham perusahaan di tahun 2003 sekitar 11.000 . Nah hitung deh :

Tadi modalnya cuma beli 1 lot dengan harga 3.175 x 500 lembar = Rp.1.587.500,-

dalam waktu 21 tahun, 1 lot tadi sudah berkembang jadi 124.4 LOT tanpa si bapak nambah dana lagi. dan harganya dari 3.175 menjadi rp.11.000,-

so kalau di hitung – hitung duitnya si bapak yang tadinya Rp.1.587.500,- sekarang menjadi Rp.11.000 X 62.200 lembar = Rp. 684. 200.000,-  belum lagi dividend yang dikasih perusahaan loh YAAAA!!duit si bapak ini langsung deh bisa diwariskan ke anak – anaknya .

*HUAAA BAPAKK KENALIN DAKU SAMA ANAKMU DONK #EHH*

Kalau liat hitungannya jelimet ya tapi sebenarnya kalau sudah praktek ga sejelimet yang kita baca. Nah tadi kan si bapak termasuk investor yang punya duit, didiemin aja tanpa ada penambahan dana lagi sama sekali. Bayangin aja kalau si bapak rajin tiap tahun beli 1 lot, duitnya sudah beranak pinak deh.

Bagaimana dengan trading?minimum return rata – rata para trader dalam waktu sebulan bisa mendapatkan 10% . Otomatis para trader ini bisa mendapatkan dana lebih banyak dari investor karena mereka aktif terus. Malah ada yang kerjaannya trading for living. Bener – bener cari duit dari trading doank.

Apapun pilihanmu nanti pengen jadi trader atau investor tetep perbanyaklah ilmu di teknikal dan fundamental analisis.

Bagusan mana saham atau properti/logam mulia/reksadana ?

Setiap investasi pasti punya plus minusnya dan fungsinya masing – masing. Khusus untuk saham ini buat para investor lebih baik memang untuk jangka panjang. Jangan misalnya mau nikah 1 tahun lagi, trus berani banget naro duit di saham tanpa punya ilmu apa2 soal trading atau pemilihan saham, ehhh ga lama tiba2 krn ada krisis di negara bagian mana saham di Indo ikut2an anjlok. MASA KGAK JADI NIKAH?

However, ini data dua kenaikan instrumen investasi jangka waktu 10 tahun menurut Majalah Investor:

EMAS : 388.51%

IHSG : 915.82%

Tau ngga, gw ketemu orang – orang luar mereka selalu bilang stock market di Indonesia itu menggiurkan banget. HOT ABIS!!!KECE! MONEY MACHINE ! apapun lah sebutan mereka…

TAPIII sayangnyaaa tau ngga persentase orang Indonesia yang investasi di saham berapa?

Dari 240juta penduduk Indonesia, kepemilikan account saham cuma ada 350.000 which means only 0,00145% !

Gw ngga bisa nyalahin penduduk Indonesia sih. Ya ngga kenal maka ngga sayang kan…so sekarang pemerintah mulai gencar memberikan pelatihan – pelatihan saham dan edukasi untuk para newbie. Fin-ally Consulting sendiri setiap bulan bekerja sama dengan sekuritas memberikan FREE simulasi trading buat yang pengen ngerasain gimana sih rasanya trading saham itu.

Lebih baik belajar instrumen investasi yang jelas dan terbukti history-nya kan daripada ketakutan dengar kata saham tapi malah investnya di investasi bodong yang ngga jelas dan ngikut2 trend doank.

Ntar kalau ada Free trading simulation lagi ataupun kelas saham akan tak kabari via @dini828 atau @bedahduit ! Disana kalian bisa tanya – tanya apa sih plus minus main di saham. Resikonya gimana?cara nge-manage resiko dll nya gimana?

Happy Learning My Smart Readers 🙂

Loads of Love

Dini

 

Follow, Like and Share The Post

About Farah Dini

I'm a Co-Founder and Vice-CEO of JOUSKA, an Independent Financial Advisory Firm based in Jakarta. I'm also an author and a financial writer contributors at several media.

View all posts by Farah Dini →

8 Comments on “Melirik Saham *wink wink*”

  1. Selama ini aku pikir saham = reksadana kak. Beda ya? Aku cuma masukin duit di reksadana soalnya. Nah kalo mau saham itu gemana sih? Kalo reksadana kan tiinggal ke bank dan transfer2 tiap bulan. Kalo saham? Harus ke BEJ? Ahahahah.. Haduuuh aku bener2 buta soal ini. Kalo ada free konsultasi mau doong dikabariin. Thankies yaa.. 😀

    1. Hiii mbakkk

      Kalau mau beli saham , ke perusahaan sekuritas. Buka accountnya dulu, ga harus ke BEJ hubungi aja sekuritasnya.

      Saham dan RD beda, karena kalau RD sudah ada manager investasi yang mengelola investasinya dan memilih saham2 mana saja yang masuk di dalam RD tsb.

      Kalau saham kan kita pilih sendiri

      Tanggal 30 Agustus ini ada book launching + free financial check up. Datang donk mbakk 🙂

      Ntr bisa tanya2 sama aku atau team disana untuk pembukaan saham

  2. mba, sy br beli buku nya taon ini, telat bngt yach. duh mo curhat tp bingung mulai drmn, udah tua tp cm ada penghasilan tiap bulan, n biaya sekolah anak 2 lg seru2nya. mo ikut asuransi jiwa buat bpknya, py rekomendasi ga ?

    1. Hi mbak, thanks for reading my book

      Pilih asuransi jiwa yang murni yaa…saya ngga bisa saranin produk apa krn ga tau kondisi keuangan secara keseluruhan 🙂

      Usia suaminya berapa?dan usia anak paling kecil brp?

  3. Mbak, ak buta banget soal beli beli saham, hahahha…. itu, untuk laporan saham qta uda segimana taunya darimana? gimana caranya? thanks a lot….

    dari baca buku nya mbak farah itu menarik banget, banyak solusi dan fakta-fakta penghamburan uang yang selama ini uda aku lakuin… hehehehehe….

    need your solution… thaaaannnkksss

  4. Kak Dini yang baik, kalau sempat tolong baca & balas emailku ya, Kak. Aku ada pertanyaan tapi agak panjang. Terima kasih Kak 😀

  5. halo kak didni, bukunya kereen banget.. banyak manfaat yang aku dapet, salahsatunya soal ngebuka mata aku dengan main saham, tapi masalahnya aku buta banget nih, gimana sih awalnya kalo mau main saham/reksadana, dsb..
    thanks alot kak Dini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *