Financial Planning??? Penting gitu??

Perencanaan Keuangan?? Seriously, do we really have to worry about that now??Pertanyaan itulah yang akan terbesit di kepala mayoritas kita-kita pada saat mendengar istilah perencanaan keuangan. Yah secara selama ini orangtua yang memikirkan segala hal yang berhubungan dengan keuangan kita. Memberi kita allowance tiap bulan, ngatur dan ngasih dana untuk semua pengeluaran kita. The youth di indonesia kebanyakan masih tinggal bersama orang tua mereka, jadi ga ada deh pake acara pusing – pusing untuk mikirin biaya listrik,makan,dan lain-lain.

Kebiasaan dimana semuanya telah disediakan, membuat kita semua ngga mikirin kebutuhan jangka panjang. Hal ini terbawa pada saat kita mulai bekerja. Tanpa disadari kita ngabisin duit untuk kesenangan yang sifatnya sesaat dan melupakan kebutuhan untuk menabung (boro-boro  mikirin investasi). Yang terjadi at the end of the day, kita baru nyadar kalau pengeluaran kita ngga seimbang dengan pendapatan. Untuk some cases, banyak yang menggunakan kartu kredit untuk berbelanja dan jadi pusing sendiri melihat tagihan hutang kartu kredit yang membengkak.Pada saat inilah kita akan sadar betapa pentingnya perencanaan keuangan. Coba pikirkan if something worst happened, ekonomi yang memburuk, perusahaan – perusahaan dengan terpaksa memecat para karyawan untuk mengurangi pengeluaran atau orangtua tiba – tiba jatuh sakit yang membutuhkan pengeluaran yang sangat banyak dan menghabiskan semua dana simpanan yang ada. Hmm pegangan apa yang kita punya apabila kita tetap mempertahankan lifestyle yang sekarang?? NONE!!Step awal dalam perencanaan keuangan adalah membayar semua hutang kita terlebih dahulu  baik hutang ama teman atau keluarga atau yang lebih advance, hutang kartu kredit… After that kamu bisa move on untuk rencana keuangan selanjutnya which is menyediakan dana darurat in case ada kejadian – kejadian di luar kuasa kita. Untuk para single yang masih belum ada tanggungan, rule nya sih dana darurat yang diperlukan adalah 3 bulan pengeluaran. Oh Myyy… gimana caranya ya ngga tergoda untuk mengambil duit dana darurat untuk keperluan hmm lets say Midnite Sale or DJ Tiesto concert….darurat juga kan tuh..kapan lagi coba!!

Jujur aja kalo gw pribadi sih masih dalam proses belajar untuk ngga tergoda ngabisin duit untuk hal yang sifatnya for having fun only . But I can say now that  I have improved a lot. Awalnya sih cuma iseng baca-baca buku tentang financial planning karna ga ada kerjaan. Tapi lama kelamaan sadar jg selama ini duit gw abis untuk hal-hal yang sebenarnya ga penting-penting amat. Ya udah daripada nyesalin yang udah lewat, gw coba aja belajar-belajar terus supaya gw bisa ngatur keuangan gw lebih baik lagi. Dulu waktu gw di Malaysia, gw seneng bgt yang namanya jalan-jalan dan belanja. Sempat kerja during summer, tapi duitnya setelah itu abis gitu aja. Liat baju keren langsung  “ Oh MY God I must Have iT” (aaarg kenapa sih gw nulis ginian, makin menyesallll). Yah tapi gimana yah namanya juga cewekkkk..hiks. Dengan determination yang kuat (lebayy dikit blh donk) , gw merantau lagi ke Jakarta and gw blg ma diri gw kalo gw akan start hidup baru (mang married!) and mulai menjaga pengeluaran gw. First day di Jakarta, gw diajak temen gw ke Grand Indo ..andd OH NOOOO ada Dorothy Perkinssss!hua its my fav brand!!gw masuk ke dalam tokonya, liat-liat bentar trus langsung gw tarik temen gw. Nope Nope Nope lets go somewhere else. I cant be Here!! Teman gw trus-trusan ngegodain..”Bener nehh, yakiiinnn,, bagus bagus loowh “ (TEMEN YANG JAHAT)!!!

Awalnya langsung cabut supaya ngga tergoda,tapi lama kelamaan gw bisa ngontrol..tiap mau beli sesuatu, gw pasti nanya diri gw “seberapa butuh gw ma ni barang?” “kira2 berapa lama gw make ni barang?” “Apa yang bisa gw lakuin dengan uang seharga barang ini tetapi yang lebih bermanfaat?” . Again, gw buka-buka buku…browsing di internet, baca majalah dan lain-lain. Sampai akhirnya gw membaca satu saran investasi yang terus-terusan di ulang di media mana aja yaitu reksa dana. Dari artikel-artikel dan info lainnya yang gw baca, reksadana bisa dibeli dengan minimum pembelian Rp.100,000. Kalau memiliki reksadana saham bisa ngasih return at least 20% per year, Wuiiihhh andaikan duit-duit yang kemaren gw keluarin buat nge-bucks (Starbuck maksudnya) dimasukin ke reksadana pasti duit gw dah banyak bgt tuhhh…Ya udah lah daripada nyesel mendingan gw start aja research tentang reksadana yang bagus yang mana. Gw beraniin diri invest setelah begitu banyak baca and gather all the information (kata org kan invest your time before invest your money, dan jangan invest in something that you don’t understand). So akhirnya pilihan gw jatuh ama reksadana yang jelas gw masih bisa afford tiap bulannya, resiko nya masih bisa di tolerir, dan returnnya so much better daripada gw taruh duitnya di saving atau deposito.

Btw financial planning is not just about managing your cashflow. Pengeluaran dan pemasukan bisa aja di manage, tapi kita tetap harus memiliki tujuan keuangan and know where to invest. Mungkin sekarang pikiran kalian ngga terlalu jauh tentang bermacam-macam pengeluaran di masa yang akan datang, tetapi perlu kamu sadari kalau merencanakan keuangan dari sekarang dapat membantu untuk meningkatkan your “quality of life” in the future. Setiap orang pasti memiliki keinginan dan setiap orang pasti tidak ingin hidup dalam kekurangan atau keterbatasan. Apabila kita dapat mengatur keuangan kita sebaik mungkin, maka kedepannya akan lebih mudah. Mobil kamu rusak atau kamu butuh membeli sesuatu yang mendesak, maka akan lebih mudah apabila kamu memiliki uang simpanan. Tujuan tujuan terencana akan lebih mudah dilaksanakan dan tujuan – tujuan mendadak tetap dapat kamu capai thus your quality of life will be so much better 🙂

Loads of Love,

Dini

Follow, Like and Share The Post

About Farah Dini

I'm a Co-Founder and Vice-CEO of JOUSKA, an Independent Financial Advisory Firm based in Jakarta. I'm also an author and a financial writer contributors at several media.

View all posts by Farah Dini →

4 Comments on “Financial Planning??? Penting gitu??”

  1. hi mbak dini, sha beli reksadana semenjak denger bincang2 kak dini di radio dan punya buku fin chick up dari awal 2016. Tapi setelah 2 tahun lebih returnnya terhitung sedikit banget. cuma dapet 0.2% hahaha mungkin salah milih reksadana? kayaknya pengen nyoba terjun langsung beli sahamnya. minggu depan mau ikutan kelas saham. Cant wait!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *